DPRD Kawal Proyek Pakuwon Rp9 Triliun, Pastikan Aman bagi Warga

DPRD Kawal Proyek Pakuwon Rp9 Triliun, Pastikan Aman bagi Warga
DPRD Kawal Proyek Pakuwon Rp9 Triliun, Pastikan Aman bagi Warga

SEMARANGUPDATE.COM – Komisi C DPRD Kota Semarang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen kawasan terpadu Pakuwon sebagai investor serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Penataan Ruang (Distaru), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang HM Rukiyanto itu membahas perkembangan proyek kawasan terpadu Pakuwon, khususnya terkait kondisi lahan yang berada di area tanah bergerak dan kerap menjadi perhatian masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dalam proyek tersebut, Pakuwon tidak hanya akan membangun pusat perbelanjaan, tetapi juga hotel dan berbagai fasilitas pendukung lainnya di atas lahan seluas 18 hektare.

Nilai investasi yang digelontorkan untuk pengembangan kawasan itu mencapai Rp9 triliun. Pada tahap awal, investor telah merealisasikan investasi sekitar Rp5 triliun.

Menurut Rukiyanto, saat ini kegiatan yang berlangsung masih sebatas pematangan lahan sebagai tahap persiapan sebelum pembangunan utama dimulai.

Ia menegaskan DPRD akan terus mengawasi proses tersebut guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

“Hal teknis yang kita pertanyakan karena lahan tersebut merupakan lahan patahan aktif di Semarang dan ternyata mereka menggunakan teknologi soldier pile untuk mengatasi tanah gerak,” kata Rukiyanto usai RDP di Ruang Serbaguna DPRD Kota Semarang, Rabu 17 Juni 2026.

Terkait keluhan warga mengenai keretakan rumah yang diduga muncul akibat aktivitas pematangan lahan maupun proyek perbaikan Jalan Gombel Lama oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, persoalan tersebut juga telah disampaikan dalam rapat.

Rukiyanto menyebut pihak Pakuwon telah melakukan sosialisasi kepada warga sebelum pekerjaan dimulai.

Ia menambahkan, penanganan terhadap rumah warga yang mengalami keretakan juga telah dibahas bersama masyarakat setempat untuk menentukan langkah perbaikan.

“Keluhan dari warga sudah dilakukan mitigasi dan rembug dengan warga. Ada 14 rumah yang akan dilakukan perbaikan tapi dilihat skala prioritasnya,” jelasnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang Danur Rispriyanto menilai investasi yang masuk melalui proyek Pakuwon memberikan dampak positif bagi daerah, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan baru.

Dari pengembangan kawasan terpadu tersebut, diperkirakan sekitar 10.000 tenaga kerja dapat terserap.

“Investasi Pakuwon ini luar biasa bagi Semarang dan kami mendukung adanya investasi yang masuk, namun harus tetap mengikuti aturan yang berlaku di Kota Semarang,” kata Danur.

Ia berharap proses pematangan lahan dilakukan secara cermat dan tidak tergesa-gesa mengingat karakteristik lokasi yang merupakan kawasan tanah bergerak.

“Kami minta dalam pembangunan terutama pematangan lahan ini tidak terburu-buru prosesnya apalagi di lokasi itu kan tanah gerak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Distaru Kota Semarang Ferry Kuntoaji menjelaskan saat ini terdapat dua pekerjaan yang berlangsung di kawasan Gombel Lama, yakni proyek perbaikan jalan oleh BBPJN serta pematangan lahan untuk pembangunan kawasan terpadu Pakuwon.

“Kalau pembangunan jalan ini kan tiap tahun memang dilakukan, dan memang beberapa masyarakat juga merasa bangunan rumahnya ada yang retak. Adanya pembangunan di Pakuwon ini mereka dalam pematangan menggunakan teknologi soldier pile dan ini diharapkan menjadi solusi bagi tanah gerak yang ada di kawasan tersebut,” jelas Ferry. (*)

Pos terkait