SEMARANGUPDATE.COM – Pengoperasian kembali Reservoir Siranda memberikan dorongan signifikan terhadap layanan air bersih di Kota Semarang. Tambahan pasokan sebesar 130 liter per detik dari fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kontinuitas distribusi air bagi pelanggan rumah tangga, kawasan bisnis, hingga sektor perhotelan.
PDAM Tirta Moedal Semarang resmi mengaktifkan kembali reservoir yang sebelumnya tidak difungsikan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem distribusi air bersih, khususnya di kawasan pusat kota yang memiliki kebutuhan air cukup tinggi.
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Semarang, Ady Setiawan, mengatakan reaktivasi reservoir yang telah berusia lebih dari satu abad itu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan air minum kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
“Tambahan pasokan dari Reservoir Siranda mencapai 130 liter per detik. Ini akan meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat maupun pelanggan sektor usaha,” ujarnya, usai peresmian reaktivasi Reservoir Siranda, Jumat (12/6/2026).
Manfaat dari tambahan kapasitas tersebut akan dirasakan sekitar 23 ribu hingga 30 ribu pelanggan yang tersebar di sejumlah wilayah strategis Kota Semarang.
Kawasan yang mendapatkan suplai antara lain Simpang Lima, Jalan Dr. Cipto, Seroja, Tegalsari, Jalan Kartini, Loyola, Jalan Pemuda, Sekayu, hingga area perdagangan dan jasa di pusat kota.
Tidak hanya melayani kebutuhan rumah tangga, peningkatan pasokan air juga diharapkan mampu mendukung aktivitas sektor niaga dan industri yang berkembang di wilayah tersebut.
Sejumlah pelanggan besar seperti Hotel Tentrem, Hotel Ciputra, kawasan Queen City, dan berbagai pusat usaha lainnya diproyeksikan memperoleh manfaat dari peningkatan kapasitas distribusi air tersebut.
Dengan bertambahnya debit pasokan, tekanan air dan stabilitas distribusi di kawasan pusat kota diharapkan semakin terjaga sehingga pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih optimal.
Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Reaktivasi Reservoir Siranda juga dinilai memiliki peran penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi Kota Semarang.
Ketersediaan pasokan air yang andal menjadi salah satu kebutuhan utama bagi sektor perhotelan, pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga industri jasa yang banyak beroperasi di pusat kota.
Peningkatan layanan air bersih ini sejalan dengan kebijakan harmonisasi tarif yang diterapkan PDAM Tirta Moedal, khususnya bagi pelanggan dari sektor niaga dan industri.
Keberadaan reservoir tersebut diharapkan dapat memperkuat infrastruktur dasar yang mendukung iklim investasi dan aktivitas ekonomi di Kota Semarang.
Air Dipastikan Layak Konsumsi
Sebelum dioperasikan kembali, Reservoir Siranda telah melalui proses pembersihan menyeluruh serta pengujian kualitas air di laboratorium.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan air yang didistribusikan memenuhi standar kesehatan dan aman digunakan pelanggan.
Proses pengujian tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemulihan kepercayaan masyarakat setelah insiden penemuan jenazah di area reservoir pada Agustus 2025 lalu.
Selain itu, PDAM Tirta Moedal memperkuat sistem keamanan di kawasan reservoir dengan membangun rumah dinas bagi petugas serta menerapkan sistem penjagaan selama 24 jam.
Dengan beroperasinya kembali Reservoir Siranda, Kota Semarang kini memiliki tambahan kapasitas distribusi air yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, sekaligus memperkuat ketahanan layanan air bersih di kawasan pusat aktivitas ekonomi kota. (*)






