SEMARANGUPDATE.COM – Kematian Anggun, seekor harimau putih yang menjadi magnet utama di Semarang Zoo, memicu sorotan tajam dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas insiden hilangnya nyawa satwa langka ini guna mencegah kasus serupa di masa mendatang. Ia menilai keberadaan harimau putih memiliki nilai pariwisata yang sangat berharga bagi kota.
“Ini tentu menjadi kehilangan yang sangat besar. Harimau putih merupakan salah satu satwa favorit pengunjung, sehingga kami akan memastikan penyebab kematiannya benar-benar diketahui,” ujar Agustina di Balai Kota Semarang, Jumat (24/7).
Pihak Pemkot berencana menelusuri rekam jejak penanganan medis yang diberikan kepada Anggun. Investigasi ini akan mencakup dugaan munculnya komplikasi pasca-pemberian anestesi.
Kendati begitu, Agustina tidak mau gegabah mengambil kesimpulan sebelum adanya laporan tertulis dan hasil pemeriksaan menyeluruh dari pihak pengelola kebun binatang.
“Kami tidak ingin berspekulasi. Semua harus berdasarkan hasil pemeriksaan dan laporan yang valid,” katanya.
Agustina telah mendesak manajemen Semarang Zoo untuk segera menyerahkan rincian kronologis peristiwa tersebut. Dokumen yang diminta mencakup kondisi kesehatan Anggun sebelum tindakan medis dilakukan, hingga hasil peninjauan pasca-kematian.
Seluruh data ini nantinya akan digunakan oleh Pemkot sebagai pijakan dalam meninjau ulang standar operasional perawatan satwa.
“Kami ingin mengetahui seluruh prosesnya agar bisa menjadi bahan evaluasi bersama,” ujarnya.
Lebih jauh dari sekadar mencari penyebab kematian Anggun, Pemkot Semarang bertekad membenahi kualitas manajemen satwa di Semarang Zoo.
Evaluasi mendalam akan menyasar prosedur kesehatan, standar klinis, dan pengawasan harian agar setiap hewan mendapat jaminan kelayakan hidup dan perawatan terbaik.
“Hasil penyelidikan nanti akan menjadi pelajaran penting bagi pengelola dalam meningkatkan standar perawatan satwa di Semarang Zoo,” kata Agustina.
Sebagai informasi, harimau putih bernama Anggun tersebut dikabarkan mati dengan dugaan awal akibat komplikasi pasca-pembiusan (anestesi) yang berujung pada abses dan infeksi. Namun, validitas dari dugaan ini masih didalami sembari menantikan rilis hasil investigasi resmi. (*)







