SEMARANGUPDATE.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama berbagai pihak yang terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026.
Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bentuk respons cepat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah hingga 24 Juli 2026, sebanyak 184.643 warga atau 61.139 kepala keluarga di 25 kabupaten/kota telah menerima bantuan air bersih. Distribusi dilakukan di 83 kecamatan dan 148 desa dengan total penyaluran mencapai 6,8 juta liter.
Heri menilai penyaluran bantuan tersebut menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, PMI, TNI-Polri, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat dalam menangani dampak kekeringan.
“Kami mengapresiasi gerak cepat seluruh pihak yang telah memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi prioritas saat musim kemarau,” ujarnya.
Dari total bantuan yang disalurkan, sebanyak 4.853.800 liter berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah kabupaten/kota, sedangkan 1.951.500 liter lainnya merupakan dukungan dari CSR, PMI, TNI-Polri, serta berbagai instansi lainnya.
Meski demikian, Heri mengingatkan bahwa distribusi bantuan air bersih merupakan solusi jangka pendek. Menurutnya, pemerintah juga perlu memperkuat upaya jangka panjang agar wilayah yang setiap tahun mengalami kekeringan memiliki sumber air yang lebih berkelanjutan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan distribusi air bersih setiap musim kemarau. Perlu langkah yang lebih permanen, seperti pembangunan embung, sumur dalam, jaringan air bersih, hingga konservasi daerah resapan air,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah terus melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran sebelum kondisi semakin memburuk.
Selain itu, Heri mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian lingkungan dan memanfaatkan air secara bijak sebagai bagian dari upaya menghadapi ancaman kekeringan yang dipengaruhi perubahan iklim.
“Kolaborasi semua pihak harus terus diperkuat. Dengan perencanaan yang baik dan pembangunan infrastruktur air yang memadai, kita berharap dampak kekeringan dapat terus ditekan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjamin,” pungkasnya. (*)







