SEMARANGUPDATE.COM – Transformasi digital dalam pelayanan pelanggan PLN terus diperluas melalui penerapan New Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) Wave 4 di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dalam implementasi tersebut, PLN Icon Plus berperan memastikan kesiapan sistem, proses bisnis, serta pengguna sebelum layanan memasuki tahap operasional.
Penerapan New AP2T Wave 4 berlangsung di Kantor PLN UID Jawa Tengah, Semarang, Senin (21/9/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran manajemen PLN dan PLN Icon Plus sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan sistem digital untuk mendukung pengelolaan layanan pelanggan yang semakin terintegrasi.
AP2T merupakan sistem terpusat yang mengintegrasikan sejumlah proses pelayanan pelanggan PLN, mulai dari layanan pelanggan, billing, hingga operasional Contact Center PLN 123. Melalui integrasi tersebut, berbagai proses dapat dikelola dalam satu ekosistem digital sehingga mendukung pelaksanaan proses bisnis secara lebih terhubung dan konsisten.
Pada Wave 4, New AP2T diterapkan untuk sekitar 14,4 juta pelanggan di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Perluasan tersebut menjadi salah satu tahapan pengembangan sistem sebelum penerapannya diperluas ke wilayah lain secara nasional.
Pengembangan AP2T sendiri telah dilakukan PLN Icon Plus sejak 2010. Selama lebih dari satu dekade, sistem tersebut terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan bisnis PLN melalui pengembangan fitur, integrasi dengan sistem pendukung, serta pemeliharaan dan penyempurnaan secara berkelanjutan.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan New AP2T menjadi salah satu fondasi digital yang dipersiapkan untuk menunjang proses bisnis pelayanan pelanggan PLN dengan cakupan yang semakin luas.
“Momentum ini memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar implementasi sebuah aplikasi. Kita sedang membangun fondasi baru bagi proses bisnis pelayanan pelanggan PLN yang harus semakin agile, reliable, integrated, dan customer-centric. Wave 4 menjadi bagian penting untuk membuktikan bahwa New AP2T mampu tumbuh, mampu berskala, dan mampu menopang proses bisnis PLN dalam skala nasional,” ujar Chipta.
Dalam pelaksanaannya, PLN Icon Plus menangani berbagai tahapan pengembangan AP2T, mulai dari perancangan, pembangunan sistem, implementasi, hingga pemeliharaan. Peran tersebut turut mencakup pengelolaan change request, pengembangan fitur, integrasi sistem, serta pemenuhan kebutuhan proses bisnis yang terus mengalami perkembangan.
Kesiapan pengguna juga menjadi bagian penting dalam proses implementasi Wave 4. Sejak 14 September 2026, PLN Icon Plus bersama PLN menggelar pelatihan dan pendampingan secara intensif melalui metode tatap muka maupun kanal digital.
Pendampingan tersebut sekaligus digunakan untuk menemukan dan menyelesaikan berbagai kendala sebelum sistem diterapkan secara penuh. Hingga tahap persiapan, lebih dari 400 kendala telah berhasil ditangani sebagai bagian dari proses continuous improvement sekaligus untuk memperkuat kesiapan operasional.
Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, menyebut keberhasilan implementasi tidak hanya bergantung pada kesiapan sistem, tetapi juga membutuhkan koordinasi dan pendampingan selama masa peralihan.
“Keberhasilan go live bukan merupakan pekerjaan satu tim saja. Di baliknya ada proses persiapan, pendampingan, koordinasi, dan respons terhadap berbagai kebutuhan di lapangan. Wave 4 menjadi momentum bagi kami untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan baik sekaligus memberikan pengalaman layanan yang semakin baik bagi pelanggan,” ujar Leandra.
Hingga kini, lebih dari 30 juta pelanggan telah masuk dalam ekosistem New AP2T. Implementasi Wave 4 di Jawa Tengah dan Yogyakarta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PLN Icon Plus dalam memperluas dan mengembangkan sistem digital sesuai skala serta kebutuhan proses bisnis PLN.
Melalui pengembangan teknologi secara berkelanjutan, PLN Icon Plus terus memperkuat ekosistem digital PLN dengan memastikan sistem dapat digunakan secara optimal sekaligus dikembangkan mengikuti kebutuhan bisnis. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung proses pelayanan pelanggan yang semakin terintegrasi. (*)







