Undip dan Pertamina Kembangkan Nano EOR, Hasil Uji Laboratorium Naikkan Recovery Factor hingga 28,3 Persen

Undip dan Pertamina mengembangkan teknologi Nano EOR untuk meningkatkan perolehan minyak. Uji laboratorium menunjukkan incremental oil mencapai 28,3 persen OOIP. (Dok UNDIP)

SEMARANGUPDATE.COM – Universitas Diponegoro (Undip) bersama PT Pertamina (Persero) terus mengembangkan teknologi nanofluida untuk meningkatkan perolehan minyak atau enhanced oil recovery (Nano EOR).

Hasil penelitian yang dilakukan tim Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip menunjukkan potensi peningkatan perolehan minyak yang cukup signifikan.

Bacaan Lainnya

Perkembangan riset tersebut dibahas dalam rapat bersama tim Technology Innovation and Implementation (TII) PT Pertamina (Persero) di Gedung Acintya Prasada FSM Undip, 1-2 Oktober 2026.

Pada hari pertama, Kamis (1/10/2026), agenda difokuskan pada workshop Nano EOR untuk membahas hasil penelitian sekaligus rencana tindak lanjut menuju tahap implementasi di lapangan.

Ketua Tim Peneliti Undip, Prof. Dr. Agus Subagio, S.Si., M.Si., mengatakan penelitian pengembangan Nano EOR saat ini telah mendekati tahap akhir dengan sejumlah hasil positif.

Menurutnya, hasil penelitian tersebut kini tengah dikaji lebih lanjut untuk kemungkinan diterapkan pada sumur minyak.

Dekan FSM Undip Prof. Dr. Kusworo Adi, S.Si., M.T., mengapresiasi capaian tim peneliti dan berharap pengembangan teknologi tersebut dapat terus dilanjutkan hingga tahap implementasi.

Sementara itu, perwakilan PT Pertamina, Sumadi Paryoto, mengatakan pengembangan Nano EOR telah sejalan dengan arah kerja sama kedua pihak. Namun, proses menuju implementasi di lapangan membutuhkan persiapan yang lebih kompleks dan mendalam.

Hal tersebut diperlukan untuk mengantisipasi sekaligus meminimalkan berbagai risiko yang mungkin muncul ketika teknologi diterapkan di lapangan.

Nanofluida Silika Berhasil Tingkatkan Perolehan Minyak

Dalam workshop tersebut, tim peneliti Undip yang diwakili Khasan Rowi, S.Si., M.Si., memaparkan hasil pengembangan nanofluida silika.

Penelitian tersebut berhasil menghasilkan nanofluida dengan stabilitas termal yang baik selama berbulan-bulan. Pengembangan dilakukan menggunakan bahan stabilizer yang ekonomis dan tersedia dalam jumlah cukup banyak di Indonesia.

Hasil pengujian menggunakan metode core flooding juga menunjukkan potensi peningkatan perolehan minyak. Pengujian dengan fluida dari salah satu lapangan minyak di Indonesia menghasilkan incremental oil sebesar 28,3 persen OOIP (original oil in place).

Hasil uji skala laboratorium tersebut kemudian dikaji melalui simulasi reservoir. Dr. Pahala D. Sinurat, anggota tim peneliti dari Departemen Perminyakan ITB, memaparkan bahwa potensi penggunaan nanofluida di lapangan masih cukup besar untuk dikembangkan.

Hasil penelitian dan rencana tindak lanjut tersebut mendapat respons positif dari perwakilan Divisi Laboratorium Pertamina, Divisi Regional I Pertamina, serta Divisi Upstream Innovation (UI) Pertamina.

Rektor Undip Dorong Hasil Riset Segera Dihilirisasi

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si.

Ia mendorong agar teknologi hasil penelitian perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi atau hasil laboratorium, tetapi dapat dihilirisasi sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan industri.

Hal tersebut sejalan dengan semangat Undip Bermartabat dan Undip Bermanfaat.

“Bukan hanya sekadar penelitian tapi kami akan terus mendorong hasil penelitian tersebut dapat dihilirisasi,” pesan Prof. Suharnomo, dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, pola kerja sama antara perguruan tinggi dan industri menjadi penting untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan industri sekaligus meningkatkan daya saing.

Pada hari kedua, Jumat (2/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan kick-off meeting penelitian Nano Tracer Reservoir. Pertemuan tersebut menjadi tahap awal pengembangan teknologi nanofluida yang dapat digunakan sebagai tracer atau pelacak reservoir.

Kegiatan dihadiri Dekan FSM Undip Prof. Dr. Kusworo Adi, Ketua Peneliti Prof. Dr. Agus Subagio, perwakilan Pertamina Sumadi Paryoto, serta perwakilan Divisi Regional I, Divisi Upstream Innovation, Unit Bisnis dan Legal Pertamina dan anggota tim peneliti dari UPN Yogyakarta.

Selain rapat dan pemaparan riset, rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Laboratorium Nanoteknologi di Gedung UPT Laboratorium Terpadu dan Laboratorium Laser Departemen Fisika FSM Undip.

Penandatanganan kontrak kerja sama riset implementasi Nano Tracer selanjutnya akan dilakukan secara desk to desk antara Dekan FSM Undip Prof. Dr. Kusworo Adi dengan Vice President Technology Innovation Upstream and Low Carbon (TIULC) Pertamina Ali Sundja. (*)

Pos terkait