SEMARANGUPDATE.COM – Universitas Diponegoro (UNDIP) memperkuat kolaborasi internasional di bidang lingkungan melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi hayati asal Singapura, Celvera Biosystems PTE LTD.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Rapat Rektor, Gedung Widya Puraya Lantai 2 UNDIP, kemarin.
Melalaui kolaborasi ini, UNDIP akan mengembangkan proyek riset bertajuk Aquaculture Research Project: Blue Java.
Kemitraan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas kontribusi riset UNDIP dalam menjawab tantangan lingkungan global, khususnya persoalan pengelolaan sampah dan kelestarian ekosistem perairan.
Chief Operating Officer (COO) Celvera Biosystems PTE LTD, Dina K. Dinata, mengatakan krisis sampah laut dan kerusakan ekosistem perairan merupakan persoalan mendesak yang membutuhkan penanganan bersama.
Menurutnya, UNDIP memiliki potensi besar dalam penelitian lingkungan yang dapat dikembangkan menjadi solusi nyata sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
“UNDIP sudah memiliki fondasi green campus dan karya riset lingkungan yang luar biasa. Langkah krusial berikutnya adalah membagikan aksi nyata ini secara konsisten di media sosial.”
“Lewat strategi storytelling yang tepat, publikasi digital dapat memperluas jangkauan pengaruhnya sekaligus menjadi ruang edukasi bagi masyarakat luas,” ucap Dina, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).
UNDIP Klaim Kampus Zero Waste, Sampah Tidak Lagi Dikirim ke TPA
Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. menegaskan, komitmen kampus terhadap keberlanjutan lingkungan telah diwujudkan melalui berbagai program pengelolaan sampah dan inovasi ramah lingkungan.
Ia menyampaikan bahwa UNDIP telah menerapkan konsep kampus zero waste dengan mengolah sampah organik menjadi kompos dan tidak lagi mengirimkan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Kota Semarang.
“Kami adalah kampus zero waste yang sudah tidak lagi mengirimkan sampah ke TPA Kota Semarang. Seluruh sampah organik diolah menjadi kompos, sehingga 100% limbah telah terkelola dengan baik sebagai langkah nyata menuju target Green Metric,” ungkap Prof. Suharnomo.
Selain pengelolaan lingkungan di dalam kampus, UNDIP juga berkontribusi dalam penanganan bencana melalui pengembangan teknologi dan sarana pengolahan di wilayah terdampak.
Menurut Suharnomo, UNDIP dipercaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyediakan sarana treatment bagi daerah yang mengalami bencana.
“Kami dipercaya oleh BNPB untuk menyediakan sarana treatment di daerah-daerah terdampak bencana. Saat ini, sarana tersebut sudah beroperasi di sekitar 20 titik, termasuk di kawasan Pantura dan Flores,” tegasnya.
Riset Blue Java UNDIP Bakal Diperluas Lewat Publikasi Digital
Kolaborasi Blue Java tidak hanya diarahkan pada pengembangan riset lingkungan, tetapi juga memperluas penyebaran informasi mengenai berbagai inovasi dan aksi nyata perguruan tinggi.
UNDIP berencana mengembangkan kanal publikasi khusus untuk menyampaikan hasil penelitian, program keberlanjutan, serta berbagai kontribusi kampus dalam menghadapi krisis lingkungan.
Melalui pendekatan komunikasi digital dan storytelling, hasil riset diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, sehingga tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi.
Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan penelitian, menciptakan inovasi, dan mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kerja sama UNDIP dan Celvera Biosystems melalui proyek Blue Java menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan lingkungan global.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghubungkan riset, teknologi, edukasi publik, dan aksi nyata untuk keberlanjutan ekosistem perairan. (*)







