SEMARANGUPDATE.COM, JEPARA – Mendongeng ternyata bukan sekadar aktivitas menghibur anak-anak. Metode bercerita juga dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai moral, membangun karakter, sekaligus meningkatkan minat baca siswa sejak usia dini.
Kesadaran tersebut mendorong puluhan guru Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, mengikuti pelatihan mendongeng yang diselenggarakan Yayasan Jungpara, beberapa waktu lalu.
Melalui kegiatan ini, para pendidik dibekali keterampilan menyampaikan cerita secara kreatif dan interaktif agar proses belajar mengajar lebih menyenangkan serta mudah dipahami siswa.
Ketua Yayasan Jungpara, Sarjono SE, menyampaikan bahwa mendongeng memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, khususnya untuk mengembangkan imajinasi dan membentuk karakter anak.
Menurutnya, cerita yang disampaikan dengan menarik dapat membantu siswa memahami pesan moral sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap aktivitas membaca.
Mendongeng Bantu Guru Bangun Suasana Kelas Menyenangkan
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), yakni Dr Ahmad Ripai dan Dr Muhajir.
Ahmad Ripai mengajarkan teknik dasar mendongeng yang meliputi pengaturan suara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh.
Ia menjelaskan, guru tidak perlu memiliki kemampuan akting profesional untuk menjadi pendongeng yang menarik. Hal terpenting adalah keberanian, ketulusan, serta kemampuan menyesuaikan cerita dengan dunia anak.
Sementara itu, Muhajir memberikan materi mengenai penguasaan panggung, improvisasi cerita, dan teknik mengintegrasikan pesan moral maupun materi pelajaran ke dalam alur dongeng.
Dengan pendekatan tersebut, guru dapat menyampaikan pelajaran secara lebih menarik tanpa kehilangan tujuan pembelajaran.
Praktik Mendongeng Dipenuhi Gelak Tawa
Tidak hanya mendapatkan materi teori, para peserta juga mengikuti praktik mendongeng secara langsung.
Guru-guru diminta tampil bergantian membawakan cerita dengan memanfaatkan teknik vokal, ekspresi, dan gerakan tubuh yang telah dipelajari.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh gelak tawa. Simulasi suara berbagai karakter serta ekspresi lucu dari narasumber membuat peserta semakin bersemangat mengikuti kegiatan.
Salah satu guru peserta dari MI di Kecamatan Pakis Aji mengaku pelatihan tersebut membuka perspektif baru dalam kegiatan belajar mengajar.
“Selama ini kami mengajar dengan metode konvensional. Melalui pelatihan dari Bapak Ahmad Ripai dan Bapak Muhajir, kami sadar bahwa dongeng adalah senjata ampuh untuk menarik perhatian siswa sekaligus menanamkan budi pekerti yang luhur,” ungkapnya.
Yayasan Jungpara Dorong Guru Lebih Kreatif
Pelatihan mendongeng ini diharapkan menjadi bekal bagi para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif di sekolah masing-masing.
Dengan memanfaatkan dongeng, guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membantu anak mengembangkan imajinasi, memahami nilai kehidupan, serta membangun kebiasaan membaca.
Yayasan Jungpara berharap kegiatan tersebut mampu mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang menyenangkan dan mendukung tumbuh kembang anak.
Pada akhirnya, inovasi pembelajaran melalui mendongeng diharapkan ikut berkontribusi melahirkan generasi muda Jepara yang cerdas, kreatif, gemar membaca, dan memiliki karakter kuat. (*)







