SEMARANGUPDATE.COM – Universitas Diponegoro (UNDIP) meluncurkan produk Artificial Fish Apartment (AFA), inovasi habitat ikan berbasis material Fly Ash and Bottom Ash (FABA), di lokasi pengujian perairan PLTU Batang yang dikelola PT Bhimasena Power Indonesia (PT BPI), beberapa waktu lalu.
Peluncuran Artificial Fish Apartment UNDIP ini menjadi langkah penting dalam mendorong hasil riset perguruan tinggi menuju pemanfaatan industri.
Pengembangan AFA dilakukan melalui skema Hibah Dorongan Teknologi Hiliriset Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Berbeda dengan program hilirisasi yang berfokus pada penyelesaian hambatan teknologi, pengembangan AFA menggunakan pendekatan Business Matching.
Skema ini mempertemukan inovasi kampus dengan calon pengguna dan mitra usaha untuk membuka peluang penerapan serta pengembangan model bisnis berkelanjutan.
Melalui serangkaian pertemuan bisnis yang telah dilakukan, UNDIP mulai mengidentifikasi peluang kerja sama, kebutuhan calon mitra, serta langkah lanjutan menuju pemanfaatan komersial Artificial Fish Apartment.
Artificial Fish Apartment UNDIP, Habitat Ikan Modular Berbahan FABA
Artificial Fish Apartment merupakan struktur habitat buatan berbentuk kubus terbuka yang dikembangkan UNDIP menggunakan beton berbahan FABA.
Struktur tersebut dirancang dengan sistem modular dan saling mengunci sehingga dapat ditata sesuai kebutuhan serta kondisi perairan.
Desain AFA bertujuan meningkatkan kompleksitas habitat dan menyediakan ruang berlindung bagi ikan. Teknologi ini menggabungkan rekayasa struktur habitat laut dengan pendekatan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan material FABA sebagai bahan baku.
Dengan desain modular, Artificial Fish Apartment berpotensi dikembangkan untuk berbagai kebutuhan pengelolaan habitat perairan.
Namun, penerapannya tetap perlu mempertimbangkan kondisi ekologis, persyaratan teknis, serta ketentuan lingkungan yang berlaku.
Pengembangan AFA juga menunjukkan upaya UNDIP mengintegrasikan penelitian akademik, penerapan teknologi, dan kemitraan industri. Teknologi tersebut telah diterapkan di sejumlah perairan di Jawa Tengah melalui kolaborasi dengan mitra industri.
Pemantauan AFA di Batang Temukan 13 Spesies Ikan
Pengembangan Artificial Fish Apartment UNDIP didukung pengalaman penerapan dan pemantauan lapangan.
Dalam pemantauan habitat buatan berbahan FABA di perairan Batang pada Juni 2025, struktur AFA tercatat dimanfaatkan komunitas ikan dengan temuan 13 spesies dan 111 individu.
Dari jumlah individu ikan yang diamati pada AFA, sebanyak 59 persen merupakan ikan target.
Temuan tersebut menjadi indikasi awal pemanfaatan struktur Artificial Fish Apartment oleh komunitas ikan sekaligus dasar untuk melanjutkan evaluasi ekologis.
Meski demikian, hasil pemantauan tersebut belum dapat langsung diartikan sebagai bukti peningkatan populasi ikan atau produktivitas perikanan dalam skala kawasan.
Pemantauan berkala masih diperlukan untuk mengevaluasi dinamika komunitas ikan, fungsi habitat, dan keberlanjutan kinerja struktur.
Selain aspek ekologis, UNDIP juga perlu melanjutkan pengujian mutu material, keselamatan lingkungan, penyempurnaan desain, serta standardisasi prosedur produksi dan pemasangan.
UNDIP Buka Peluang Bisnis Habitat Laut dan Jasa Kelautan
Hilirisasi Artificial Fish Apartment tidak hanya diarahkan pada penjualan produk struktur habitat ikan, tetapi juga membuka peluang pengembangan layanan kelautan.
Model bisnis AFA berpotensi mencakup perencanaan lokasi, desain habitat, produksi struktur, pemasangan, pemeliharaan, pemantauan biodiversitas, pelatihan, hingga penyusunan laporan dampak lingkungan.
Peluang kemitraan terbuka bagi industri, pemerintah daerah, pengelola kawasan pesisir, sektor pariwisata bahari, serta perusahaan yang menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau CSR/ESG.
Pengembangan AFA juga berpotensi melibatkan pelaku usaha lokal dan masyarakat pesisir melalui jasa pendukung pemasangan, pemeliharaan, pemantauan partisipatif, serta edukasi konservasi.
Untuk memastikan keberlanjutan bisnis, UNDIP perlu memperkuat validasi mutu dan keamanan material, standardisasi produk, perhitungan biaya produksi dan pemasangan, serta evaluasi kelayakan ekonomi.
Langkah tersebut penting agar Artificial Fish Apartment dapat ditawarkan kepada calon mitra dengan spesifikasi produk, struktur biaya, standar layanan, dan bukti kinerja yang jelas.
Inovasi UNDIP Perkuat Link and Match Kampus dengan Industri
Rektor UNDIP, Prof Suharnomo menyampaikan bahwa hilirisasi Artificial Fish Apartment merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk membawa hasil penelitian menuju pemanfaatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Melalui inovasi ini, UNDIP mendorong terwujudnya link and match antara perguruan tinggi dan industri, sehingga hasil penelitian tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dan layanan yang memiliki nilai ekonomi.
Kolaborasi dengan PT Bhimasena Power Indonesia dan mitra terkait diharapkan memperkuat proses pengujian, evaluasi, serta penjajakan penerapan teknologi.
Keterlibatan mitra produksi dan calon pengguna juga menjadi bagian penting dalam membangun rantai nilai yang menghubungkan inovasi kampus dengan kebutuhan pasar.
Pengembangan Artificial Fish Apartment turut mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, terutama SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17 tentang Kemitraan.
Pemanfaatan FABA membuka peluang pengembangan ekonomi sirkular. Sementara itu, klaim pengurangan jejak karbon produk masih memerlukan kajian melalui analisis daur hidup atau Life Cycle Assessment (LCA).
Melalui skema Business Matching, UNDIP berharap Artificial Fish Apartment dapat berkembang dari inovasi yang telah memiliki pengalaman penerapan lapangan menjadi produk dan layanan yang semakin siap memenuhi kebutuhan mitra industri.
Penguatan kemitraan, validasi model bisnis, serta pembangunan sistem produksi dan layanan menjadi tahapan berikutnya untuk mendorong hilirisasi inovasi kelautan UNDIP secara bertanggung jawab. (*)







