Tinjau Tambak Lorok, Wali Kota Agustina Kebut Penanganan Rob

Tinjau Tambak Lorok, Wali Kota Agustina Kebut Penanganan Rob
Tinjau Tambak Lorok, Wali Kota Agustina Kebut Penanganan Rob

SEMARANGUPDATE.COM – Banjir pesisir atau rob masih terus membayangi warga Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara setiap bulannya.

Merespons keluhan tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pada Kamis (9/7) malam guna menyiapkan skema penanganan sebelum datangnya siklus pasang air laut selanjutnya.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin menyelesaikan keresahan warga akibat rob yang terjadi hampir setiap bulan. Setelah melihat langsung di lapangan, memang ada beberapa pekerjaan yang harus segera dilakukan. Salah satunya membutuhkan persetujuan warga agar saluran yang selama ini tertutup bisa kami tangani,” ujarnya di sela-sela peninjauan.

Salah satu upaya mendesak yang akan dikerjakan adalah normalisasi saluran air di area permukiman. Untuk itu, Agustina memerintahkan jajaran kecamatan dan kelurahan untuk secepatnya mengadakan musyawarah warga. Tujuannya adalah untuk meminta izin pembukaan saluran air yang selama ini tertutup oleh bangunan atau aktivitas penduduk.

Persetujuan ini dinilai sangat penting agar pengerjaan infrastruktur oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang dapat dieksekusi dengan lancar tanpa memicu hambatan sosial di lapangan.

“Nanti akan dirembuk antara Bu Camat, Pak Lurah dengan warga, supaya nanti teman-teman dari DPU dan Disperkim kalau melakukan intervensi tetap aman,” katanya.

Di samping membenahi saluran permukiman, Pemkot Semarang juga bergegas menjalin koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana guna memperbaiki infrastruktur utama penahan ombak. Sebagai langkah antisipasi cepat, DPU dijadwalkan memasang tanggul sementara di sejumlah titik rawan limpasan.

Agustina berharap seluruh langkah mitigasi ini bisa berjalan secara serentak demi menekan volume genangan saat siklus rob bulan depan tiba.

“Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman BBWS agar struktur tembok sheet pile yang retak bisa segera ditangani. Selain itu, DPU juga segera memasang tanggul kantong pasir (sandbag) sebagai langkah darurat untuk menahan limpasan air ke permukiman warga. Mudah-mudahan seluruh upaya ini bisa mengurangi dampak rob pada bulan berikutnya,” pungkasnya. (*)

Pos terkait