SEMARANGUPDATE.COM – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan pentingnya menyiapkan generasi muda yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing sebagai modal utama pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan saat menutup Training Raya Akbar HMI yang digelar HMI Cabang Semarang di Balai Kota Semarang, Minggu (5/7).
Kegiatan tingkat nasional tersebut meliputi Intermediate Training (Latihan Kader II), Latihan Khusus Kohati (LKK), Senior Course (SC), serta Latihan Khusus LPP (LEMI, LAPMI, LTMI, LKMI, dan LDMI), yang diikuti sekitar 150 kader HMI dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Agustina mengapresiasi tema kegiatan, Reorientasi Gerakan HMI: Meneguhkan Kemandirian Ekonomi dan Profesionalisme Kader sebagai Jangkar Resiliensi Bangsa Menghadapi Badai Global.
Menurutnya, tema tersebut mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap tantangan bangsa sekaligus menjadi ruang untuk mencetak kader yang mampu menghadirkan solusi di tengah perubahan global.
“Bagi saya, investasi terbesar sebuah kota bukan hanya pembangunan fisik, tetapi pembangunan manusianya. Anak-anak muda harus menjadi pribadi yang adaptif, kreatif, dan mampu memimpin perubahan. Itulah bekal yang akan menentukan masa depan Semarang maupun Indonesia,” ujar Agustina.
Ia menilai, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, penguatan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting bagi generasi muda menghadapi era disrupsi.
“Teknologi adalah alat yang diciptakan manusia. Sehebat apa pun teknologi, ia tidak memiliki jiwa dan rasa. Mengutip Bung Karno, Not the gun wins the war, but the man behind the gun. Bukan senjata yang memenangkan pertempuran, melainkan orang yang memegang senjata itu. Karena itu, yang harus terus kita siapkan adalah manusianya,” tegasnya.
Agustina juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi berani menjadi pencipta lapangan kerja.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi menjadi bekal penting dalam membangun kepemimpinan, jejaring, dan kemampuan berkolaborasi.
“Anak-anak muda harus berani bermimpi lebih besar. Jangan hanya berpikir mencari pekerjaan, tetapi bagaimana menciptakan pekerjaan dan memberi manfaat bagi orang lain. Organisasi menjadi sekolah kehidupan yang melahirkan banyak pemimpin bangsa,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan generasi muda, Pemerintah Kota Semarang terus menjalankan berbagai program yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui Program Waras Ekonomi.
Program tersebut difokuskan pada penguatan daya saing UMKM agar mampu berkembang sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja.
Dalam kesempatan itu, Agustina mengajak HMI menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendampingi pelaku UMKM, baik yang telah berkembang maupun usaha rumah tangga yang masih membutuhkan pembinaan.
“Saya ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi pengamat pembangunan, tetapi ikut terlibat langsung. Mari bersama-sama mendampingi UMKM agar semakin kuat, sehingga pertumbuhan Kota Semarang benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Agustina berharap Training Raya Akbar HMI mampu melahirkan kader yang memiliki kapasitas intelektual, kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, profesionalisme, serta komitmen membangun bangsa.
“Semarang membutuhkan generasi muda yang siap menjadi penggerak perubahan, mampu berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Saya yakin kader HMI mampu menjadi bagian dari lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia,” pungkasnya. (*)







