SEMARANGUPDATE.COM – Beragam inovasi teknologi kesehatan yang dikembangkan Universitas Diponegoro (UNDIP) mendapat apresiasi melalui penghargaan Dharma Pertahanan Pratama dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi UNDIP dalam menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi pengembangan teknologi dan industri di bidang pertahanan.
Penghargaan diserahkan oleh Kepala Rumah Sakit Khusus Rehabilitasi Pusat Kesehatan Pertahanan RI Brigadir Jenderal TNI Dr. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS., FIMMA, pada Malam Puncak Dies Natalis Fakultas Kedokteran UNDIP yang berlangsung di Jepara, beberapa waktu lalu.
Salah satu bagian penting dari kontribusi tersebut datang dari pengembangan teknologi kesehatan melalui Center for Biomechanics, Biomaterial, Biomechatronics, and Biosignal Processing (CIBIOM3S) UNDIP.
Ketua Departemen Teknik Mesin UNDIP sekaligus Kepala Pusat Teknologi Kesehatan CIBIOM3S, Prof. Dr. Rifky Ismail, S.T., M.T., mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui Center for Biomechanics, Biomaterial, Biomechatronics, and Biosignal Processing (CIBIOM3S) UNDIP, kami berupaya mengembangkan teknologi kesehatan berbasis riset, mulai dari biomekanika, biomaterial, biomekatronika, hingga pemrosesan biosinyal,” katanya, dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).
Berbagai produk telah dikembangkan CIBIOM3S UNDIP. Di antaranya MyoMES, tangan bionik atau tangan robot, robot Domas dan Dimas, stetoskop digital, alat terapi jari dan bahu, segi panggul buatan, mobil listrik dan riset otomotif, eksoskeleton siku lunak, skrup interferensi 3D printing, hingga dual task bratomes.
Inovasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk pengembangan teknologi, tetapi juga memiliki potensi untuk mendukung pelayanan kesehatan dan rehabilitasi, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan pemulihan fungsi anggota tubuh.
Dokter Peni, sapaan dr. Hari Peni Julianti, M.Kes., Sp.KFR(K)., FISPH, FISCM, mengatakan kolaborasi antara tenaga medis, peneliti, dan pengembang teknologi menjadi kunci untuk menghasilkan inovasi rehabilitasi yang lebih tepat guna.
Menurutnya, pengembangan teknologi kesehatan juga dapat berkontribusi dalam mempertahankan kemampuan fungsional dan kemandirian pasien, termasuk kelompok lanjut usia.
“Dalam bidang rehabilitasi geriatri, upaya mempertahankan kemampuan fungsional dan kemandirian lansia menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Ke depan, sejumlah inovasi CIBIOM3S UNDIP yang memiliki manfaat untuk rehabilitasi anggota tubuh direncanakan menjadi bagian dari pusat keunggulan RSND UNDIP Bidang Rehabilitasi Medik.
“Rencananya produk inovasi yang bermanfaat bagi anggota tubuh yang terkena musibah di medan tugas seperti tangan bionik, alat terapi jari dan bahu, segi panggul buatan dan dual task bratomes akan dikembangkan sebagai pusat keunggulan RSND UNDIP Bidang Rehabilitasi Medik,” kata Dokter Peni.
Penghargaan Dharma Pertahanan Pratama pun menjadi momentum bagi UNDIP untuk memperkuat sinergi antara teknologi rekayasa dan ilmu kedokteran.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai solusi kesehatan yang inovatif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta kepentingan strategis bangsa.
Melalui riset dan inovasi, UNDIP menegaskan komitmennya untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung kemandirian Indonesia di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kesehatan, dan pertahanan. (*)







