UNDIP Semarang Ciptakan Sweeper EV, Kendaraan Penyapu Jalan Listrik yang Ramah Lingkungan

UNDIP mengembangkan Sweeper EV, kendaraan penyapu jalan listrik dengan empat sikat elektrik dan vakum 3 kW untuk mendukung kebersihan ramah lingkungan. (Dok UNDIP)

SEMARANGUPDATE.COM – Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan inovasi kendaraan penyapu jalan bertenaga listrik bernama Sweeper EV.

Kendaraan ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembersihan jalan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) dan menekan emisi dari aktivitas kebersihan.

Bacaan Lainnya

Inovasi karya tim peneliti yang dipimpin Prof. Ir. Sulistyo, M.T., Ph.D., dari Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik UNDIP tersebut diperkenalkan dalam perayaan Dies Natalis ke-69 UNDIP di Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang, beberapa waktu lalu.

Sweeper EV mengintegrasikan fungsi penyapuan dan penyedotan sampah dalam satu kendaraan listrik ringkas beroda tiga.

Teknologi ini dikembangkan untuk mendukung kebersihan di lingkungan kampus, kawasan perkotaan, hingga fasilitas publik.

Prof. Sulistyo menjelaskan, Sweeper EV merupakan bagian dari upaya pengembangan teknologi yang mendukung pengelolaan kebersihan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kami mendesain kendaraan penyapu jalan dengan sistem baterai yang dapat diisi ulang menggunakan listrik. Keunggulannya, saat beroperasi, kendaraan ini tidak menghasilkan emisi CO₂ dari knalpot, sehingga lebih ramah lingkungan dengan tingkat kebisingan yang lebih rendah,” katanya, dikutip dari keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Sweeper EV UNDIP Punya Empat Sikat Elektrik dan Sistem Vakum

Dari sisi teknologi, Sweeper EV dilengkapi empat sikat elektrik yang ditempatkan pada sisi kanan dan kiri kendaraan.

Sikat tersebut berfungsi mengarahkan sampah ke bagian tengah untuk kemudian disedot menggunakan sistem vakum.

Perangkat vakum memiliki daya 3 kW dengan kekuatan isap sekitar 15–20 kPa. Sistem ini dirancang untuk mengangkat berbagai jenis kotoran ringan di jalan, seperti daun kering, ranting kecil, debu, dan sampah sejenisnya.

“Ada 4 unit penyapu, masing-masing 2 di kanan dan 2 di kiri. Ketinggian sikat dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan. Kecepatan putaran sikat dan kekuatan daya isap vakumnya juga bisa diatur pada tingkat rendah, menengah, hingga tinggi mengikuti kondisi permukaan jalan yang dibersihkan,” terang Prof. Sulistyo.

Pengaturan tersebut memungkinkan operator menyesuaikan kinerja kendaraan dengan kondisi jalan dan jenis sampah yang akan dibersihkan. Proses penyapuan dan pengumpulan kotoran pun dapat dilakukan secara terintegrasi dalam satu tahapan kerja.

Dibekali Motor 5 kW dan Baterai Lithium 72 Volt

Sweeper EV menggunakan motor listrik berdaya 5 kW yang ditopang baterai lithium 72 volt berkapasitas 300 Ah. Kendaraan dengan bobot sekitar 700 kilogram ini diperkirakan mampu beroperasi hingga tiga jam dalam sekali pengisian daya.

Adapun kecepatan kendaraan mencapai sekitar 20 kilometer per jam. Desainnya yang ringkas diharapkan memudahkan pengoperasian di jalan lingkungan dan kawasan dengan akses terbatas.

Selain tidak menghasilkan emisi gas buang langsung saat digunakan, kendaraan ini juga dirancang memiliki tingkat kebisingan lebih rendah dibandingkan kendaraan pembersih konvensional berbahan bakar.

UNDIP Kembangkan Magnet Trap untuk Lindungi Sistem Vakum

Tim peneliti juga memperhatikan risiko masuknya benda asing, terutama benda logam kecil seperti paku dan serpihan besi, ke dalam saluran penyedotan.

Untuk mengantisipasi gangguan tersebut, tim tengah menyiapkan penambahan fitur magnet trap atau perangkap magnet.

Fitur ini dirancang untuk menangkap benda berbahan logam sebelum masuk ke saluran penyedotan sehingga dapat membantu melindungi komponen blower vakum dari risiko tersumbat atau rusak.

“Sistem magnet ini nantinya berfungsi untuk menangkap benda berbahan logam sebelum masuk ke saluran penyedotan. Dengan begitu, sampah tetap dapat tersedot, sementara komponen blower vakum lebih terlindungi dari risiko tersumbat atau rusak akibat benda asing yang dapat menghambat aliran sampah,” ungkapnya.

Pengembangan fitur tersebut menjadi bagian dari evaluasi teknis untuk meningkatkan keandalan kendaraan sebelum digunakan dalam berbagai kondisi jalan.

Melalui Sweeper EV, UNDIP menunjukkan kontribusi riset perguruan tinggi dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik untuk kebutuhan pengelolaan kebersihan.

Inovasi ini diharapkan menjadi alternatif kendaraan pembersih yang lebih efisien, senyap, dan ramah lingkungan bagi kawasan kampus maupun perkotaan. (*)

Pos terkait