24 Tim Mahasiswa UNDIP Siap Unjuk Inovasi di PIMNAS 2026, dari Edge AI hingga Mitigasi Bencana

Gedung rektorat UNDIP. Sebanyak 24 tim PKM UNDIP siap berlaga di PIMNAS 2026 dengan inovasi di bidang Edge AI, energi terbarukan, pertanian presisi, dan mitigasi bencana pesisir. (Dok UNDIP)

SEMARANGUPDATE.COM – Sebanyak 24 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Diponegoro (UNDIP) siap menampilkan karya inovatif dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 pada 2–7 November 2026 di Semarang.

Berbagai gagasan yang dibawa mahasiswa UNDIP menyasar sejumlah persoalan strategis, mulai dari pengembangan teknologi kesehatan berbasis kecerdasan buatan, energi terbarukan, ketahanan pangan, hingga mitigasi bencana pesisir.

Bacaan Lainnya

Keberhasilan meloloskan 24 tim ke ajang nasional tersebut sekaligus menempatkan UNDIP sebagai perguruan tinggi dengan jumlah delegasi terbanyak ketiga di Indonesia berdasarkan daftar 10 besar perguruan tinggi dengan tim lolos terbanyak.

Kelolosan ini ditetapkan berdasarkan pengumuman Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, setelah seluruh tim melewati Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) dan penilaian laporan akhir.

Inovasi Mahasiswa Menjawab Tantangan Masyarakat

Dari 24 tim yang berhasil lolos, inovasi mahasiswa UNDIP mencakup beragam bidang ilmu dan kebutuhan masyarakat.

Di bidang kesehatan, mahasiswa mengembangkan teknologi kesehatan dan biomedis cerdas berbasis Edge AI. Pada sektor lingkungan dan energi, terdapat gagasan mengenai energi terbarukan serta rekayasa material ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah.

Sementara itu, sektor pertanian dan pangan menjadi perhatian melalui pengembangan pertanian presisi dan upaya memperkuat ketahanan pangan.

Mahasiswa UNDIP juga mengusung solusi untuk mitigasi bencana pesisir, penguatan ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat inklusif.

Keragaman tema tersebut memperlihatkan bagaimana kreativitas mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan gagasan yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Riset Eksakta Mendominasi Delegasi UNDIP

Dari keseluruhan 24 tim yang akan berlaga di PIMNAS ke-39, sebanyak 11 tim berasal dari bidang PKM Riset Eksakta (PKM-RE), disusul lima tim PKM Karsa Cipta (PKM-KC).

Selain itu, UNDIP meloloskan tiga tim PKM Kewirausahaan (PKM-K), dua tim PKM Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK), serta masing-masing satu tim dari PKM Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT), PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), dan PKM Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH).

Komposisi tersebut menunjukkan keterlibatan mahasiswa dari berbagai pendekatan, mulai dari penelitian berbasis sains dan teknologi hingga pengembangan usaha serta solusi sosial.

Rektor UNDIP Berharap Inovasi Berdampak Nyata

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengapresiasi keberhasilan 24 tim yang lolos ke PIMNAS ke-39. Ia berharap mahasiswa mampu memanfaatkan ajang tersebut untuk menunjukkan karya terbaik sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Lolosnya 24 tim PKM UNDIP yang melaju pada ajang PIMNAS ke-39 menjadi bukti semangat kreativitas dan inovasi mahasiswa. Berharap mereka mampu menampilkan karya terbaik, membawa nama baik UNDIP, serta menghadirkan gagasan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., menambahkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras mahasiswa, pembinaan, dan kolaborasi dosen pembimbing serta seluruh sivitas akademika.

Ia mendorong setiap tim memaksimalkan persiapan agar mampu menunjukkan kualitas inovasi dan kesiapan bersaing dalam kompetisi tingkat nasional.

UNDIP Siapkan Pendampingan Intensif

Sebagai tuan rumah PIMNAS ke-39, UNDIP terus memberikan pendampingan komprehensif dan dukungan lintas unit kepada tim yang akan bertanding.

Persiapan tersebut diharapkan membantu mahasiswa mematangkan presentasi, memperkuat substansi karya, serta mengoptimalkan potensi masing-masing tim.

PIMNAS bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara nasional. Ajang ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan, memperluas wawasan, dan mengembangkan inovasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Melalui 24 tim yang lolos, UNDIP berharap kreativitas mahasiswa dapat berkembang menjadi solusi bagi tantangan di bidang kesehatan, lingkungan, pangan, kebencanaan, dan pemberdayaan masyarakat. (*)

Pos terkait