SEMARANGUPDATE.COM – Kontingen Shorinji Kempo Kota Semarang menunjukkan dominasinya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Bertanding di GOR Kridanggo, Kota Salatiga, Sabtu (24/10/2026), para atlet ibu kota Jawa Tengah sukses memborong sembilan medali emas.
Selain sembilan emas, kontingen Shorinji Kempo Kota Semarang juga membawa pulang tiga medali perak dan satu perunggu dari berbagai nomor pertandingan.
Kekuatan utama Kota Semarang terlihat pada nomor embu atau rangkaian teknik Shorinji Kempo. Dari tujuh nomor embu yang diikuti, seluruhnya berhasil diamankan dengan medali emas.
Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa persiapan panjang yang dilakukan atlet dan tim pelatih sebelum Porprov Jateng 2026 membuahkan hasil.
Ketua Pengurus Cabang (Pencab) Persatuan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Semarang, Irwansyah, mengatakan keberhasilan menyapu bersih tujuh emas pada nomor embu memang sudah menjadi target tim sejak jauh-jauh hari.
“Untuk embu, kami memang sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari. Kami memasang target tujuh nomor yang kami ikuti harus bisa mendapatkan emas, dan Alhamdulillah target itu dapat tercapai,” ujar Irwansyah.
Tujuh medali emas tersebut berasal dari sejumlah kategori embu, baik beregu maupun pasangan, serta nomor putra, putri, dan campuran.
Menurut Irwansyah, keberhasilan tersebut tidak lepas dari program latihan yang dirancang secara terencana. Selain meningkatkan kualitas teknik, latihan juga diarahkan untuk membangun kekompakan dan kesiapan mental atlet saat tampil dalam pertandingan.
Dua Emas Tambahan dari Randori
Dua emas lainnya diperoleh Kota Semarang melalui nomor randori, yakni pertandingan pertarungan antaratlet berdasarkan kelas berat badan.
Masing-masing emas diraih pada randori putra kelas 50–55 kilogram dan randori putri kelas 50–55 kilogram.
Namun, perjuangan di nomor randori tidak semulus nomor embu. Persaingan ketat membuat sejumlah atlet yang ditargetkan meraih emas harus puas dengan medali perak dan perunggu.
Irwansyah menyebut atlet tuan rumah menjadi salah satu pesaing terberat Kota Semarang di nomor randori.
“Kalau untuk randori, lawan terberat kami berasal dari tuan rumah. Persaingannya cukup ketat dan menjadi salah satu kendala untuk mencapai target sepuluh emas,” ungkapnya.
Kota Semarang kemudian mendapatkan tiga medali perak dari randori putra kelas 55–60 kilogram, randori putra kelas 60–65 kilogram, serta randori putri kelas 45–50 kilogram.
Sementara satu medali perunggu diperoleh dari randori putra kelas 65–70 kilogram.
Target 10 Emas Belum Tercapai
Raihan sembilan emas tersebut sebenarnya masih berada satu keping di bawah target awal kontingen Shorinji Kempo Kota Semarang yang membidik 10 medali emas.
Meski demikian, Irwansyah menilai hasil tersebut tetap patut disyukuri. Sebab, jumlah emas yang diraih pada Porprov Jateng 2026 sama dengan capaian Kota Semarang pada Pra-Porprov sebelumnya.
“Alhamdulillah, kami bisa mendapatkan sembilan emas. Sebenarnya, keinginan kami bisa meraih sepuluh emas. Namun, jika melihat hasil Pra-Porprov sebelumnya, kami juga mendapatkan sembilan emas, sehingga hasil kali ini masih sesuai dengan capaian yang pernah kami raih,” katanya.
Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa nomor embu menjadi salah satu kekuatan utama Shorinji Kempo Kota Semarang. Dominasi di tujuh nomor teknik memberikan kontribusi besar terhadap perolehan medali kontingen.
Sementara itu, hasil dari nomor randori menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk meningkatkan kemampuan atlet dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Irwansyah mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan pengurus yang telah bekerja bersama dalam mempersiapkan tim menghadapi Porprov Jateng 2026.
Menurutnya, sembilan emas, tiga perak, dan satu perunggu merupakan hasil kerja keras seluruh elemen Shorinji Kempo Kota Semarang.
Capaian tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperkuat pembinaan atlet, khususnya pada nomor randori, sehingga Kota Semarang dapat mengejar prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya. (*)







