SEMARANGUPDATE.COM – Atlet selam laut Kota Semarang, Salma Vinabella Djatmiko, berhasil menyumbangkan medali perak pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Ia finis di posisi kedua nomor OBA 5 Point Putri yang berlangsung di perairan Pantai Awann Costa, Kota Semarang, Senin (26/10/2026).
Salma mencatatkan waktu 03.16.58. Hasil tersebut sekaligus memenuhi target yang telah dipasang sejak awal persiapan menghadapi Porprov Jateng 2026.
Perjuangan Salma tidak mudah. Pertandingan berlangsung di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Gelombang dan arus laut menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet yang harus menemukan rambu dalam perlombaan.
Namun, Salma mampu tampil tenang. Mahasiswi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) tersebut bahkan mengaku dapat menemukan rambu dengan cepat.
“Alhamdulillah lancar. Terus suka sekali one shot langsung dapat. Alhamdulillah,” ujar Salma seusai pertandingan.
Ia juga memastikan tidak mengalami kendala teknis maupun nonteknis selama berada di laut.
“Oh, enggak ada. Alhamdulillah enggak ada,” tegasnya.
Bagi Salma, medali perak tersebut terasa istimewa karena diraih dalam persaingan ketat dengan sejumlah atlet kuat, termasuk dari Cilacap dan Jepara.
Ia pun langsung mengungkapkan rasa syukur setelah memastikan posisinya di podium.
“Alhamdulillah, bersyukur banget. Terima kasih, Ya Allah. Terus pelatih, orang tua, teman-teman, keluarga besar POSSI Semarang dan KONI Semarang,” katanya.
Medali perak Salma menjadi salah satu hasil positif tim selam laut Kota Semarang pada hari kedua pertandingan. Di tengah kondisi cuaca yang menantang, para atlet tetap berusaha tampil maksimal.
Ketua POSSI Kota Semarang, Nur Hidayat, mengatakan kondisi psikologis atlet juga menjadi perhatian setelah insiden yang menimpa atlet asal Jepara beberapa waktu lalu.
“Ya, untuk evaluasi kejuaraan nomor laut ini karena kemarin ada musibah ya kita banyak kendala. Dari atlet sendiri beberapa juga pasti ada sedikit down, tapi alhamdulillah mental bertandingnya masih ada, masih bisa bertanding,” ujar Nur Hidayat.
Selain nomor OBA 5 Point, atlet Semarang juga turun di nomor Open Water Finswimming (OWF) 3.000 meter. Namun, perjuangan di nomor tersebut diwarnai insiden kontak fisik.
Persaingan ketat membuat salah satu atlet Semarang mengalami kejadian tidak terduga. Snorkel atlet tertarik hingga putus sehingga ia tidak dapat menyelesaikan perlombaan.
“Tadi memang kalau atlet kita waktu fin swimming ya di nomor OWF itu ada kendala, jadi saling sikut menyikut sampai snorkelnya itu ditarik jadi putus akhirnya tidak bisa melanjutkan pertandingan,” jelas Nur Hidayat.
Untuk nomor OBA 5 Point, kondisi cuaca menjadi tantangan utama. Meski demikian, pertandingan tetap berlangsung aman.
“Cuaca memang kurang mendukung, tapi masih tetap aman, alhamdulillah,” pungkasnya.
Perak yang diraih Salma menjadi bukti ketangguhan atlet muda Kota Semarang. Ia mampu menjaga fokus dan menyelesaikan perlombaan dengan hasil sesuai target, sekaligus menunjukkan potensinya sebagai salah satu atlet selam laut andalan Kota Semarang di nomor orientasi bawah air. (*)







