SEMARANGUPDATE.COM – Tim sepak bola Kota Semarang harus puas membawa pulang medali perak Porprov Jawa Tengah 2026 setelah kalah dari Surakarta pada partai final yang berlangsung di Stadion Citarum, Kota Semarang, Selasa (27/10/2026).
Pertandingan berlangsung sengit hingga harus ditentukan melalui adu penalti.
Bermain dalam laga final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir. Surakarta akhirnya keluar sebagai juara setelah memenangi adu penalti dengan skor 3-1.
Surakarta lebih dulu membuka keunggulan melalui Alvaro Adriano pada menit ke-73. Tertinggal satu gol, Kota Semarang berusaha meningkatkan tekanan dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat Rafael Rahya pada menit ke-80.
Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir. Karena tidak ada gol tambahan, pemenang harus ditentukan melalui drama adu penalti.
Dalam babak tos-tosan tersebut, Surakarta tampil lebih tenang. Sementara tiga penendang penalti Kota Semarang, yakni Rafael Rahya, Alexandre Akbar, dan Indra Purnama, gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Surakarta akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 3-1 sekaligus mengamankan medali emas, sedangkan Kota Semarang harus puas dengan medali perak.
Pelatih sepak bola Kota Semarang, M Dhofir, mengakui mentalitas menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi hasil pertandingan final.
Menurutnya, tekanan dalam laga penentuan membuat pemain harus mampu menjaga ketenangan, terlebih ketika berada dalam posisi tertinggal.
“Saya melihat mentalitas itu sangat besar pengaruhnya. Pada akhirnya, mentalitas yang berbicara, termasuk saat adu penalti. Adu penalti juga soal mentalitas,” ujarnya.
Meski gagal membawa pulang medali emas, Dhofir tetap mengapresiasi perjuangan para pemain. Menurutnya, medali perak menjadi pencapaian penting sekaligus peningkatan prestasi sepak bola Kota Semarang di ajang Porprov.
“Saya bangga dengan anak-anak. Intinya, kami sudah melampaui ekspektasi dari pencapaian yang selama ini diraih dalam sejarah Porprov Semarang. Alhamdulillah, hari ini kami sudah naik level dengan meraih medali perak,” katanya.
Dhofir menilai pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk membangun tim yang lebih kuat pada Porprov berikutnya. Apalagi, sejumlah pemain Semarang mulai mendapat perhatian klub dan berpeluang melanjutkan karier di level yang lebih tinggi.
“Kalau saya melihat, potensi anak-anak juga bagus. Alhamdulillah, banyak pemain yang diambil oleh klub. Itu menjadi gambaran bahwa anak-anak memiliki potensi,” jelasnya.
Ia berharap pengalaman di Porprov Jateng 2026 menjadi bekal bagi para pemain untuk berkembang, sekaligus bahan evaluasi bagi tim pelatih dalam mempersiapkan skuad pada kompetisi berikutnya. (*)







