Bulutangkis Kota Semarang Gagal Raih Medali Porprov Jateng 2026, Target Perunggu Pupus

Tim ganda putra Kota Semarang bertanding melawan tim ganda putra Grobogan dan kalah dalam rubber game di GOR Sunan Kalijaga Demak. Tim bulutangkis Kota Semarang gagal meraih medali di Porprov Jateng 2026 setelah seluruh atlet kalah pada pertandingan perdana. (Dok)

SEMARANGUPDATE.COM, DEMAK – Tim bulutangkis Kota Semarang gagal memenuhi target medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

Seluruh atlet Kota Semarang harus mengakui keunggulan lawan pada pertandingan perdana yang berlangsung di GOR Sunan Kalijaga, Kompleks Sport Center Demak, Selasa (27/10/2026).

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, tim bulutangkis Kota Semarang menargetkan minimal satu medali perunggu pada Porprov Jateng 2026.

Namun, target tersebut harus pupus setelah seluruh wakil Kota Semarang tersingkir pada pertandingan awal.

Pada nomor tunggal putri, Kota Semarang menurunkan Charlieta Aline Sumarko dan Elisabeth Grace Sisworo. Keduanya harus menghadapi lawan tangguh dari daerah lain.

Charlieta harus mengakui keunggulan Arum Sari dari Kota Surakarta dalam dua gim langsung dengan skor 11-21 dan 6-21.

Sementara itu, Elisabeth Grace Sisworo juga belum mampu melewati pertandingan pertamanya setelah kalah dari Aisyah, atlet Kabupaten Blora. Elisabeth menyerah dua gim langsung dengan skor 5-21 dan 6-21.

Di nomor tunggal putra, Muhammad Bangkit Satria Wibowo juga harus mengakhiri langkahnya lebih awal. Ia kalah dari Arga Rabbani yang memperkuat kontingen Kabupaten Banyumas dengan skor 14-21 dan 10-21.

Ganda Putra Semarang Tumbang di Rubber Game

Harapan terakhir Kota Semarang sempat berada di nomor ganda putra melalui pasangan Muhammad Bangkit Satria Wibowo dan Muhammad Hidayat Abiyyi.

Pasangan tersebut sebenarnya diproyeksikan menjadi salah satu andalan Kota Semarang untuk meraih medali perunggu.

Namun, perjuangan Bangkit-Abiyyi akhirnya terhenti setelah kalah dari pasangan Kabupaten Grobogan, Rehan Pato dan Yarist Al Kaaf.

Pertandingan berlangsung sengit hingga harus ditentukan melalui rubber game. Bangkit-Abiyyi sempat memenangkan gim kedua dengan skor 21-17 setelah kalah 12-21 pada gim pertama.

Namun, pasangan Semarang akhirnya harus menyerah pada gim penentuan dengan skor 16-21.

“Kami sudah berusaha maksimal, tapi hasil Porprov tahun ini memang belum sesuai harapan. Belum rejekinya,” kata Pelatih Tim Bulutangkis Kota Semarang, Tomi Ruli Winarto, seusai pertandingan terakhir.

Menurut Tomi, pasangan Bangkit-Abiyyi sebenarnya memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan. Namun, kondisi salah satu pemain turut memengaruhi performa pada gim terakhir.

“Atlet ganda kami sebenarnya ada peluang untuk merebut kemenangan. Hanya saja, salah satu pemain kami ada kendala sehingga di set terakhir harus kalah,” tuturnya.

Persaingan Bulutangkis Porprov Jateng 2026 Ketat

Tomi mengakui persaingan cabang olahraga bulutangkis pada Porprov Jateng 2026 berlangsung ketat.

Hal tersebut terlihat dari pertandingan awal yang langsung mempertemukan atlet Kota Semarang dengan lawan-lawan tangguh.

Selain faktor persaingan, kekuatan tim Kota Semarang juga tidak dalam komposisi terbaik. Sejumlah atlet potensial tidak dapat memperkuat kontingen karena tidak memperoleh izin dari klub masing-masing.

“Di samping itu, beberapa pemain kami yang potensial banyak yang tidak bisa ikut karena tidak mendapat izin dari klub. Sehingga kami harus memaksimalkan atlet yang ada,” pungkasnya.

Kegagalan tersebut menjadi evaluasi bagi tim pelatih bulutangkis Kota Semarang. Target minimal satu medali perunggu yang sebelumnya dicanangkan tidak berhasil diwujudkan.

Meski gagal membawa pulang medali, pengalaman di Porprov Jateng 2026 diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan persiapan dan pembinaan atlet bulutangkis Kota Semarang pada ajang berikutnya. (*)

Pos terkait