Bukan Cabor Unggulan, Bulutangkis Semarang Tetap Bidik Medali Porprov 2026

Atlet tunggal putri bulutangkis Kota Semarang bertanding melawan atlet Surakarta di GOR Sunan Kalijaga, Kompleks Sport Center Demak, Selasa (27/10/2026). Tim bulutangkis Kota Semarang menargetkan minimal satu medali perunggu pada Porprov Jateng 2026. (Semarang Update/M Zaenal)

SEMARANGUPDATE.COM, DEMAK – Tim bulutangkis Kota Semarang membidik medali perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

Meski tidak masuk dalam cabang olahraga (cabor) unggulan, tim Kota Atlas tetap optimistis mampu memberikan kontribusi medali bagi kontingen tuan rumah Porprov.

Bacaan Lainnya

Pertandingan bulutangkis Porprov Jateng 2026 berlangsung di GOR Kalijaga, Kompleks Sport Center Demak, pada Selasa hingga Kamis (27–29 Oktober 2026).

Pelatih tim bulutangkis Kota Semarang, Tomi Ruli Winarto, mengatakan pihaknya menargetkan minimal satu medali perunggu.

Target tersebut mengacu pada hasil yang diraih tim bulutangkis Kota Semarang pada Porprov sebelumnya di Kabupaten Pati.

“Untuk medali kita targetkan minimal satu perunggu. Tapi siapa tahu kita bisa lebih. Pada Porprov di Pati dan sebelumnya, kita juga dapat perunggu,” kata Tomi saat ditemui di GOR Kalijaga Demak, Selasa (27/10/2026).

Turunkan Empat Atlet di Tiga Nomor Pertandingan

Pada Porprov Jateng 2026, tim bulutangkis Kota Semarang mengirimkan empat atlet untuk bersaing di tiga nomor pertandingan dari total lima nomor yang dipertandingkan.

Tiga atlet yang diturunkan pada nomor tunggal adalah Charlieta Aline Sumarko dan Elisabeth Grace Sisworo di tunggal putri, serta Muhammad Bangkit Satria Wibowo di tunggal putra.

Sementara itu, Muhammad Bangkit Satria Wibowo juga akan berpasangan dengan Muhammad Hidayat Abiyyi untuk berlaga di nomor ganda putra.

Dengan komposisi tersebut, tim bulutangkis Kota Semarang berupaya memaksimalkan peluang meraih medali di tengah persaingan ketat antardaerah.

Tomi menjelaskan, persiapan tim telah dilakukan selama kurang lebih satu tahun terakhir, dimulai sejak babak prakualifikasi Porprov. Meski demikian, para atlet lebih banyak menjalani latihan bersama klub masing-masing.

“Persiapan kami sudah satu tahun terakhir ini, sejak pra Porprov. Hanya saja mereka memang lebih banyak berlatih di klub masing-masing,” ujarnya.

Kudus Jadi Tantangan Berat Tim Bulutangkis Semarang

Dalam persaingan memperebutkan medali, Kabupaten Kudus menjadi salah satu daerah yang diwaspadai tim bulutangkis Kota Semarang.

Menurut Tomi, Kudus memiliki banyak atlet bulutangkis berkualitas yang merupakan binaan PB Djarum. Kondisi tersebut membuat persaingan di lapangan diperkirakan berlangsung ketat.

Pengalaman pada Porprov sebelumnya juga menjadi catatan bagi tim Kota Semarang. Saat itu, langkah mereka terhenti setelah menghadapi atlet dari Kabupaten Kudus.

“Pengalaman Porprov sebelumnya juga kita tumbang karena bertemu atlet Kudus,” pungkasnya.

Meski menghadapi persaingan yang tidak mudah, tim bulutangkis Kota Semarang tetap berupaya memberikan penampilan terbaik.

Target minimal satu medali perunggu menjadi sasaran awal untuk menambah perolehan medali kontingen Kota Semarang pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026. (*)

Pos terkait