SEMARANGUPDATE.COM – Politeknik Negeri Semarang (Polines) terus mendorong para dosen meningkatkan kualifikasi akademik hingga meraih jabatan guru besar.
Hal itu disampaikan Direktur Polines, Dr. Garup Lambang Goro, S.T., M.T., setelah Prof. Dr. Ir. Kurnianingsih, S.T., M.T. dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu kecerdasan buatan Jurusan Teknik Elektro Polines.
Pengukuhan dilakukan dalam Rapat Terbuka Senat Polines di Gedung Serba Guna (GSG) Polines, Kamis (24/9/2026).
Prof. Kurnianingsih menjadi guru besar ketujuh Polines. Ia saat ini juga menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi Polines.
Dosen Muda Didorong Lanjut S3
Garup mengatakan bertambahnya guru besar menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Polines.
Ia mendorong dosen, khususnya yang masih muda, untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor. Setelah menyelesaikan S3, dosen juga didorong memenuhi persyaratan untuk menjadi guru besar.
“Kami bersyukur sekali, jadi ada satu tambahan guru besar. Kami selalu mendorong seluruh dosen, khususnya juga yang muda-muda, untuk segera menempuh S3,” kata Garup.
Menurutnya, persyaratan untuk menjadi guru besar kini semakin ketat. Karena itu, Polines akan terus mendampingi dan mendorong dosen yang memenuhi kualifikasi.
“Kita terus dorong supaya reputasi kita semakin menarik dan kualitas pendidikan kita semakin naik,” ujarnya.
AI Mulai Diterapkan di Polines
Garup mengatakan Polines juga terus mengikuti perkembangan kecerdasan buatan atau AI.
Teknologi AI mulai diterapkan dalam penelitian, pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Penerapannya tidak hanya di Jurusan Teknik Elektro, tetapi juga bidang lainnya.
“Di khususnya di Jurusan Elektro, tapi juga tidak terbatas Elektro. Di bidang lain ini sudah, baik riset maupun pengabdian masyarakat maupun pengajaran, itu sudah kita terapkan,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Kurnianingsih dalam orasi ilmiahnya membahas Edge AI atau kecerdasan buatan yang dapat diproses langsung pada perangkat tanpa selalu bergantung pada cloud.
Ia menekankan bahwa AI harus tetap berpusat pada manusia dan digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata, khususnya di bidang kesehatan dan kemandirian hayati.
“Kecerdasan hanyalah alat untuk memecahkan masalah,” ujarnya.
Dengan pengukuhan Prof. Kurnianingsih, Polines kini memiliki tujuh guru besar. Kampus pun terus mendorong lahirnya profesor baru untuk memperkuat kualitas pendidikan dan riset. (*)







