SEMARANGUPDATE.COM, SALATIGA – Kemudahan mendapatkan informasi investasi melalui media digital membuat generasi muda perlu memiliki pemahaman keuangan yang memadai.
Politeknik Negeri Semarang (Polines) pun membekali siswa SMAN 3 Salatiga dengan pengetahuan dasar investasi sekaligus cara mengenali risiko sebelum mengambil keputusan finansial.
Edukasi tersebut dilakukan Program Studi Analis Keuangan Polines melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Literasi Keuangan melalui Edukasi Investasi Dini bagi Siswa SMAN 3 Salatiga”.
Ketua tim pengabdian, Rikawati, SE., M.Ak., Ak., CAAT., CAP., CTT., WPPE, mengatakan perkembangan teknologi membuat akses terhadap informasi dan produk investasi semakin mudah.
Namun, kemudahan tersebut harus diikuti kemampuan untuk memilah informasi agar generasi muda tidak sembarangan mengambil keputusan finansial.
“Kemudahan memperoleh informasi investasi melalui media digital perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik agar siswa mampu mengenali risiko dan mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab,” katanya, dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Siswa Dikenalkan Saham hingga Reksa Dana
Dalam edukasi tersebut, siswa tidak hanya diperkenalkan dengan istilah investasi. Mereka juga mendapatkan materi mengenai cara mengelola keuangan pribadi dan menyusun perencanaan keuangan sederhana.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai perbedaan saving dan investment, serta pengenalan berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, dan reksa dana.
Salah satu materi penting yang diberikan adalah konsep risk and return. Siswa diajak memahami hubungan antara tingkat risiko dan potensi keuntungan dalam investasi.
Pemahaman mengenai risiko dinilai penting agar siswa tidak mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa mempertimbangkan aspek keamanannya.
Selain itu, siswa diberikan edukasi untuk mengenali investasi yang tidak aman dan pentingnya memastikan informasi keuangan berasal dari sumber terpercaya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, tim pengabdian juga melakukan pre-test dan post-test.
Nilai Post-Test Capai 99,26
Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman siswa mengalami peningkatan setelah mengikuti edukasi.
Nilai rata-rata peserta yang sebelumnya mencapai 93,62 pada pre-test meningkat menjadi 99,26 pada post-test.
Peningkatan paling signifikan tercatat pada pemahaman siswa terhadap instrumen investasi pasar modal, yakni sebesar 17,58 persen.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa edukasi investasi sejak usia sekolah dapat membantu memperkuat pemahaman siswa mengenai pengelolaan keuangan dan investasi.
Polines berharap siswa SMAN 3 Salatiga dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Bukan hanya memahami istilah investasi, siswa juga diharapkan mampu mempertimbangkan risiko dan memilih informasi secara kritis.
Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi Polines dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Edukasi yang dilakukan sejak sekolah diharapkan membentuk generasi muda yang lebih siap menghadapi perkembangan keuangan digital dan mampu mengambil keputusan ekonomi secara rasional serta bertanggung jawab. (*)







