SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang terus memperketat pengawasan lalu lintas di kawasan Jalan Prof Hamka sebagai upaya serius memutus rantai kecelakaan di jalur rawan Tanjakan Silayur.
Melalui pemasangan portal pembatas ketinggian 3,4 meter serta penjagaan intensif di Kedungpane dan Simpang Jrakah, sedikitnya 50 kendaraan berat setiap hari dicegah melintas demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Kebijakan pembatasan kendaraan bertonase di atas 8 ton itu berlaku mulai pukul 05.00 hingga 23.00 WIB. Selama jam operasional tersebut, kendaraan berat diarahkan untuk putar balik atau menunggu hingga pembatasan selesai.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang, Dody Febrianto mengatakan pengawasan dilakukan setiap hari sebagai tindak lanjut evaluasi atas sejumlah kecelakaan yang terjadi di kawasan Silayur.
“Rata-rata dalam sehari dari arah BSB melalui portal Wates Kedungpane maupun portal Jrakah, ada sekitar 50 kendaraan berat yang kami putarbalikkan. Mayoritas berasal dari Jakarta, Surabaya hingga luar Jawa,” ujarnya, dikutip dari rilis, Senin (11/5/2026).
Menurut Dody, sebagian besar pengemudi truk mengaku belum mengetahui adanya pembatasan operasional dan pemasangan portal di jalur tersebut.
Karena itu, Dishub Kota Semarang juga terus menggencarkan sosialisasi kepada pengemudi angkutan logistik agar memahami aturan sebelum memasuki wilayah Kota Semarang.
Pengawasan dilakukan secara bergantian di dua titik portal utama, yakni Kedungpane dan Simpang Jrakah. Portal di Simpang Jrakah yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan kini telah diperbaiki agar pengendalian kendaraan dapat berjalan lebih maksimal.
Tidak hanya truk besar, bus berukuran besar yang hendak melintas menuju Jalan Prof Hamka juga diarahkan menggunakan jalur alternatif atau menunggu hingga jam pembatasan berakhir.
Selain itu, untuk mengantisipasi perpindahan arus kendaraan berat ke jalur alternatif, Dishub Kota Semarang turut menerjunkan petugas patroli di kawasan Gunungpati menuju Boja.
Langkah tersebut dilakukan karena kondisi jalan yang sempit dan menanjak dinilai berbahaya bagi kendaraan bertonase besar.
“Kami patroli untuk memberikan imbauan agar kendaraan berat tidak melintas ke jalur Gunungpati karena kondisi jalannya cukup rawan,” jelas Dody.
Pemerintah Kota Semarang menegaskan pengamanan di koridor Jalan Prof Hamka bukan sekadar langkah sementara, melainkan bagian dari penataan lalu lintas jangka panjang untuk memastikan keselamatan pengguna jalan dan mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi di kawasan Tanjakan Silayur. (*)







