SEMARANGUPDATE.COM – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang kembali menunjukkan langkah progresif dalam menjawab kebutuhan industri nasional dengan membuka Program Studi Teknik Pertambangan Program Sarjana di bawah Fakultas Teknik.
Peresmian program studi baru tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Bahlil Lahadalia, di Semarang.
Berbeda dari sekadar penambahan jurusan baru, kehadiran Prodi Teknik Pertambangan Unwahas dinilai sebagai upaya strategis kampus dalam mendukung agenda hilirisasi nasional dan transformasi sektor energi yang kini menjadi fokus pemerintah.
Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga ahli pertambangan yang mampu beradaptasi dengan teknologi modern dan prinsip keberlanjutan, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan akademis, tetapi juga SDM siap industri.
Dalam sambutannya, Menteri ESDM RI menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan sektor energi dan pertambangan Indonesia. Menurutnya, transformasi industri tambang membutuhkan generasi muda yang tidak hanya menguasai teori teknis, tetapi juga memahami tantangan global, digitalisasi, dan keberlanjutan lingkungan.
“Perguruan tinggi harus mampu melahirkan SDM yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi transformasi industri pertambangan yang semakin modern dan berkelanjutan,” ujar Bahlil Lahadalia, dalam rilis yang diterima, Senin (11/5/2026).
Pembukaan Prodi Teknik Pertambangan juga menjadi sinyal bahwa Jawa Tengah mulai memperkuat perannya dalam mencetak tenaga profesional di bidang energi dan sumber daya mineral. Selama ini, kebutuhan tenaga kerja sektor pertambangan banyak dipenuhi dari kampus-kampus di luar daerah. Kehadiran program studi baru di Unwahas diharapkan mampu membuka akses pendidikan teknik pertambangan yang lebih luas bagi generasi muda di Jawa Tengah.
Rektor Universitas Wahid Hasyim, Prof. Dr. Ir. H. Helmy Purwanto, ST, MT, IPM menyampaikan bahwa pembukaan program studi tersebut merupakan bagian dari visi kampus dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
“Melalui SK Kemendikti Saintek Nomor 307/B/O/2026 tanggal 2 April, Unwahas resmi menambah program studi baru Teknik Pertambangan. Saat ini kami juga sedang melengkapi fasilitas pendukung yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Selain menyiapkan sarana dan prasarana, Unwahas juga berkomitmen menghadirkan kurikulum berbasis industri dengan memperkuat jejaring kerja sama bersama berbagai mitra strategis di sektor pertambangan dan energi. Langkah ini dilakukan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi industri tambang modern.
Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Yayasan Wahid Hasyim Semarang, pimpinan universitas, sivitas akademika Fakultas Teknik, mitra industri, serta unsur pemerintah.
Dengan dibukanya Program Studi Teknik Pertambangan, Unwahas semakin mempertegas posisinya sebagai kampus adaptif yang berupaya menjawab tantangan zaman sekaligus mendukung pembangunan nasional melalui penguatan kualitas sumber daya manusia di sektor strategis. (*)







