Cegah Beban BPJS Membengkak, Dinkes Semarang Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Cegah Beban BPJS Membengkak, Dinkes Semarang Gencarkan Cek Kesehatan Gratis
Cegah Beban BPJS Membengkak, Dinkes Semarang Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

SEMARANGUPDATE.COM – Dinas Kesehatan Kota Semarang mendorong masyarakat lebih aktif mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut dinilai tidak hanya menjadi bentuk pelayanan kesehatan bagi warga, tetapi juga bagian dari upaya pencegahan untuk mengendalikan beban pembiayaan jaminan kesehatan nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, mengatakan pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan untuk menemukan potensi penyakit sejak tahap awal.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dapat membuat pembiayaan kesehatan, termasuk melalui BPJS Kesehatan, semakin berat.

“Kalau tidak dilakukan skrining, negara pasti akan terus-terusan defisit. Kita tahu pembiayaan kesehatan nasional menghadapi tantangan besar, bahkan potensi klaim pending di rumah sakit tidak bisa terhindarkan hari ini jika tidak ada strategi penambahan iuran atau kucuran dana,” kata Hakam disela-sela kegiatan Skrining Kanker Payudara di Balai Kota Semarang, Selasa 11 Agustus 2026.

Hakam menjelaskan penyakit yang baru ditangani setelah berkembang menjadi kondisi kronis umumnya membutuhkan biaya pengobatan lebih besar dibandingkan jika diketahui dan ditangani sejak awal.

Karena itu, pelaksanaan CKG selama tiga hari berturut-turut diarahkan untuk menemukan indikasi penyakit berat sedini mungkin. Dengan deteksi lebih awal, masyarakat dapat segera memperoleh penanganan sebelum kondisi penyakit semakin serius.

“Jangan sampai penyakit baru ketahuan ketika sudah menjadi penyakit kronis. Jika dilakukan skrining dan ketahuan lebih dini, nanti langsung diobati. Itu jauh lebih efektif dan tidak membebani sistem rujukan maupun keuangan negara,” jelasnya.

Pemkot Semarang menargetkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut dapat menjangkau sedikitnya 80 persen penduduk Kota Semarang. Program ini diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Hingga saat ini, cakupan CKG di Kota Semarang tercatat sekitar 42 persen. Angka tersebut setara dengan kurang lebih 700 ribu orang dari total sasaran yang mencapai 1,3 juta penduduk.

Dinkes Kota Semarang mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG di puskesmas terdekat. Warga diimbau tidak menunda pemeriksaan, terutama selama ketersediaan logistik medis dari pemerintah pusat masih mencukupi. (*)

Pos terkait