Warga Wonodri Sulap Taman DheDhe Jadi Lahan Urban Farming Cabai

Warga Wonodri Sulap Taman DheDhe Jadi Lahan Urban Farming Cabai
Warga Wonodri Sulap Taman DheDhe Jadi Lahan Urban Farming Cabai

SEMARANGUPDATE.COM – Warga RT 04 RW II Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, mulai mengembangkan Taman DheDhe menjadi lahan urban farming. Ratusan bibit cabai dari berbagai varietas ditanam bersama pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut pemanfaatan lahan Taman DheDhe yang sebelumnya dikenal sebagai taman edukasi dan kesehatan. Warga sepakat mengembangkan fungsi baru kawasan tersebut agar dapat memberikan manfaat ekonomi.

Bacaan Lainnya

Perubahan fungsi taman menjadi lahan urban farming mendapat dukungan dari Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. Warga memilih tanaman cabai karena dinilai memiliki nilai ekonomi, sembari tetap mempertahankan tanaman obat keluarga (toga) yang sudah ada.

“Warga bersepakat menanam cabai karena dinilai lebih memiliki nilai ekonomi meski kami juga masih mempertahakan tanaman toga di Taman DheDhe,” ujar Ketua RT 04 Noor Aini.

Sebelum penanaman dilakukan, warga terlebih dahulu mengikuti penyuluhan mengenai teknik budidaya cabai yang diberikan oleh fasilitator. Pembekalan tersebut dilakukan agar proses penanaman berjalan tepat dan bibit dapat tumbuh dengan baik.

Dengan adanya pendampingan tersebut, proses penanaman ratusan bibit cabai berlangsung tanpa kendala. Warga juga mendapatkan pemahaman mengenai cara menangani bibit agar tidak rusak maupun mati akibat kesalahan dalam proses penanaman.

Noor Aini menjelaskan gagasan pemanfaatan lahan taman berukuran sekitar 60 meter x 3 meter tersebut mendapat respons positif dari Pemkot Semarang.

Setelah memperoleh dukungan, warga langsung berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, hingga Dinas Pertanian Kota Semarang.

Dinas Pertanian Kota Semarang kemudian memberikan dukungan berupa media tanam, pupuk, serta bibit cabai untuk menunjang program tersebut.

“Kami sepenuhnya mendukung program urban farming karena sesuai dengan visi misi Walikota Semarang,” ujar Kadispertan Kota Semarang Shotiah.

Dukungan tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan sarana. Dinas Pertanian juga turut terlibat dalam proses penanaman sekaligus memberikan penyuluhan kepada warga mengenai pengelolaan tanaman cabai.

Camat Semarang Selatan Sunardi mengatakan pemerintah kecamatan memiliki tanggung jawab untuk mendorong berbagai inisiatif warga yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Terlebih, program tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang diusung Wali Kota Semarang.

“Kami akan bantu fasilitasi apapun yang dibutuhkan warga termasuk penyuluhan dan sarana dan prasarana yang diperlukan,” tandasnya.

Sunardi juga mengajak masyarakat di wilayah Kecamatan Semarang Selatan untuk mengembangkan berbagai gagasan maupun kegiatan yang dapat memberikan manfaat lebih luas.

“Silakan koordinasi dengan Lurah setempat yang nanti akan berkoordinasi dengan kami. Tidak hanya urban farming namun juga di berbagai bidang dan industri kreatif lain, Pemkot Semarang siap memfasilitasi,” pungkasnya. (*)

Pos terkait