SEMARANGUPDATE.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 163 Desa Sendangdawuhan berkolaborasi dengan warga setempat untuk menyukseskan rangkaian peringatan Haul ke-57 KH Rama’ Mas’ud di Dusun Gilisari, Kabupaten Kendal. Keterlibatan ini berlangsung sejak persiapan pada Minggu (2/8/2026) hingga puncak acara pada Kamis (6/8/2026).
Kegiatan mahasiswa diawali dengan gotong royong membersihkan area makam keluarga KH Rama’ Mas’ud di Desa Bulak, Kecamatan Rowosari.
Rangkaian acara kemudian berlanjut pada Rabu (5/8/2026) malam, di mana para mahasiswi KKN bergabung bersama jamaah putri untuk pembacaan tahlil dan Maulid Burhany di Musholla Al-Hidayah. Pada saat yang sama, jamaah putra menggelar pembacaan Surat Yasin dan doa bersama di area maqbarah.
Puncak acara haul ditandai dengan pengajian umum di Maqbarah Desa Bulak yang menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Daaruttauhid Magelang, KH. Ihsanuddin Abdan. Guna melancarkan jalannya acara, mahasiswa KKN bersama Barisan Anshor Serbaguna (Banser) membagi tugas operasional ke dalam tiga pos.
Pos tersebut meliputi area penerimaan tamu di kediaman, pos penunjuk jalan di persimpangan, dan pos pengatur alur jamaah di area makam.
Koordinator KKN Posko 163, Muhammad Khilmi Zakariya, menyatakan bahwa partisipasi aktif para mahasiswa merupakan bentuk penerapan pengabdian kepada masyarakat.
“Haul bukan sekadar mengenang jasa para pendahulu, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai pengabdian, kebersamaan, dan kepedulian kepada Masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud nyata dari tanggung jawab akademis mahasiswa.
“Melalui keterlibatan dalam peringatan Haul ke-57 ini, kami sebagai mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 163 berupaya menghadirkan makna nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada Masyarakat. Kontribusi mahasiswa KKN bukan sekadar menyelesaikan program kerja, melainkan meninggalkan nilai yang dapat terus hidup di tengah Masyarakat,” imbuhnya.
Terkait visi pelaksanaan KKN di wilayah tersebut, Khilmi menutup dengan pesan tentang pentingnya sinergi bersama warga.
“Kami datang bukan untuk merasa paling tahu, tetapi untuk belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama. Dari setiap langkah pengabdian, kami percaya bahwa perubahan selalu berawal dari kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata.” Pungkasnya. (*)







