SEMARANGUPDATE.COM, BATANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Batang dan Balai PSDA Pemali Comal melakukan penataan darurat alur Sungai Tinap di Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan setelah aliran sungai tertutup material banjir bandang pada Januari 2025.
Penataan sungai tersebut menjadi upaya mengurangi risiko banjir yang mengancam permukiman warga, terutama menjelang puncak musim hujan.
Material berupa bebatuan berukuran besar dan kayu dari kawasan hulu sebelumnya menutup salah satu jalur aliran sungai.
Akibatnya, air berpotensi mengarah ke jalur lain yang lebih dekat dengan kampung warga.
Kepala Bidang Pengairan DPU PR Kabupaten Batang, Muhammad Luthfi, mengatakan kondisi tersebut telah menjadi kekhawatiran masyarakat selama hampir dua tahun.
Warga bersama pemerintah desa kemudian mengusulkan normalisasi Sungai Tinap agar aliran air kembali terbagi menjadi dua jalur.
“Harapan warga memang agar dilakukan normalisasi, sehingga apabila terjadi banjir bandang lagi, aliran air bisa terbagi menjadi dua,” ujarnya, Senin (2/11/2026).
Normalisasi Sungai Tinap Batang Dikerjakan Sepanjang 800 Meter
Menurut Luthfi, material bebatuan yang menutup aliran sungai berukuran cukup besar, bahkan mencapai sekitar dua meter. Kondisi itu membuat penataan membutuhkan dukungan ekskavator berukuran besar.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut memfasilitasi peralatan dan pelaksanaan pekerjaan bersama pemerintah kabupaten.
Penataan alur Sungai Tinap dilakukan sepanjang kurang lebih 800 meter, mulai dari lokasi pekerjaan hingga pertemuan dua aliran sungai. Pengerjaan berlangsung sekitar 17 hari dan hampir selesai ketika dilakukan peninjauan di lapangan.
Luthfi berharap pekerjaan tersebut dapat tuntas sebelum memasuki puncak musim hujan. Sebab, banjir bandang susulan berpotensi menyebabkan air meluap ke permukiman yang berada di dekat aliran sungai.
“Alhamdulillah, dengan selesainya pekerjaan ini, kekhawatiran warga yang selama ini dirasakan bisa terobati. Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Batang mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi, yang telah memfasilitasi pelaksanaan normalisasi ini,” katanya.
Warga Wonobodro Khawatir Banjir Bandang Terulang
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat, Arifin Untung, mengapresiasi penataan Sungai Tinap yang dilakukan pemerintah.
Dia menjelaskan, banjir bandang pada 2025 menyebabkan material longsoran menumpuk di percabangan Sungai Ngasinan. Kondisi tersebut mengubah arah aliran air dan menimbulkan kekhawatiran apabila banjir besar kembali terjadi.
Terlebih, kawasan hulu Gunung Kemulan masih memiliki potensi longsor yang dapat membawa material ke sungai.
“Kami takutnya ketika banjir besar lagi, justru alirannya mengarah ke sungai yang di samping kampung. Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten hingga provinsi, untuk mencari solusi,” ujar Arifin.
Dia mengapresiasi keterlibatan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Pemerintah Kabupaten Batang yang turun langsung memetakan kondisi sungai serta menentukan skema penataan.
Menurutnya, pembukaan jalur sungai harus mempertimbangkan kondisi lahan dan risiko di sekitarnya agar dapat memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi upaya Pak Gubernur Ahmad Luthfi dan Pemerintah Kabupaten Batang, untuk menata sungai ini lagi,” tuturnya.
Warga Desa Wonobodro, Roslani, juga menyambut positif penataan Sungai Tinap. Dia masih mengingat banjir bandang yang membawa bebatuan dan kayu dari kawasan Gunung Kemulan hingga meluber ke area persawahan.
Saat kejadian, Roslani mengaku khawatir karena rumah dan ternaknya berada di dekat sungai. Bahkan, dua ekor kambing miliknya mati akibat banjir tersebut.
“Alhamdulillah, saya senang sungainya dikeruk. Biar tidak banjir lagi. Kalau banjir, warga di sini takut dan kesusahan,” tandasnya.
Pemprov Jateng Percepat Pembenahan Infrastruktur Hadapi Musim Hujan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan pemerintah provinsi terus mempercepat pembenahan infrastruktur untuk menghadapi musim hujan.
Penanganan dilakukan melalui berbagai kegiatan, mulai dari perbaikan tanggul sungai, penataan alur sungai, hingga perbaikan jalan rusak.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi agar potensi bencana akibat hujan dapat diminimalisasi.
“Ada sejumlah titik kami lakukan. Misalnya di Brebes kita bangun bronjong tanggul sungai, di Batang penataan sungai dan juga ruas jalan yang rusak kami perbaiki,” terangnya.
Henggar menambahkan, pekerjaan infrastruktur tersebut diupayakan selesai sesuai target sebelum puncak musim hujan. Pembangunan bronjong tanggul sungai di Brebes telah rampung, sementara penataan sungai di Batang juga selesai.
“Untuk bronjong di Brebes sudah selesai, dan di Batang juga sudah selesai hari ini. Yang lain kita upayakan selesai tepat target,” tandasnya.
Penataan Sungai Tinap di Batang menjadi salah satu langkah mitigasi bencana yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah untuk mengurangi risiko banjir dan melindungi masyarakat di kawasan rawan bencana. (*)







