Wagub Jateng Luncurkan Pandu Tangguh, Kader Posyandu Bantu Warga Perbaiki Data Bansos

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, meluncurkan program Pandu Tangguh, di Grhadika Bhakti Praja, Senin (2/11/2026). (Dok/Humas Pemprov Jateng)

SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan program Pandu Tangguh untuk membantu masyarakat memperbaiki data penerima bantuan sosial (bansos).

Melalui program ini, kader Posyandu akan dilatih mendampingi warga menggunakan portal Perlinsos Digital, mulai dari mengakses layanan hingga mengajukan sanggahan jika data bantuan tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Bacaan Lainnya

Program Pandu Tangguh diluncurkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin di Grhadika Bhakti Praja, Senin (2/11/2026).

Nawal mengatakan, Pandu Tangguh merupakan bagian dari implementasi transformasi Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya pada bidang sosial.

Kader Posyandu dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah akan mendapatkan pelatihan sebelum memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat.

“Jadi pada hari ini kita me-launching Pandu Tangguh, bagaimana nanti kader-kader di Posyandu 35 kabupaten/kota ini kita latih, untuk bagaimana cara menggunakan aplikasi Perlinsos,” kata Nawal seusai Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Jateng.

Kader Posyandu Dampingi Warga Ajukan Sanggahan Bansos

Menurut Nawal, pendampingan melalui Pandu Tangguh akan diprioritaskan bagi kelompok masyarakat rentan, seperti perempuan miskin, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.

Program ini merespons masih ditemukannya persoalan pendataan penerima bansos. Di antaranya, warga yang masuk dalam pengelompokan desil tidak sesuai kondisi sosial ekonominya, masyarakat kurang mampu yang belum terdata sebagai penerima bantuan, serta warga yang sebelumnya menerima bantuan tetapi kemudian dicoret dari daftar penerima.

Melalui pendampingan kader Posyandu, masyarakat diharapkan dapat mengakses portal Perlinsos Digital dengan lebih mudah.

Kader juga akan membantu warga memahami proses pengajuan sanggahan ketika terdapat ketidaksesuaian data maupun perubahan status kepesertaan bantuan.

“Dan terus juga bagaimana ketika mengajukan satu bantuan, ternyata ditutup (dicoret) bantuannya, bagaimana caranya menjawab sanggahan yang ada di aplikasi ini,” ujar Nawal.

Dia menegaskan, keterlibatan kader Posyandu menjadi upaya mendekatkan layanan sosial kepada masyarakat. Dengan begitu, warga yang mengalami kesulitan mengakses layanan digital tetap memiliki pendamping untuk mengikuti proses perbaikan data sesuai ketentuan.

Taj Yasin Harap Data Bansos Lebih Akurat dan Tepat Sasaran

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi peluncuran Pandu Tangguh. Menurutnya, program tersebut menjawab kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi persoalan ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial.

Dia menilai, pendampingan kader Posyandu dapat membantu warga menyampaikan sanggahan maupun mengusulkan penilaian ulang berdasarkan kondisi sosial ekonomi yang sebenarnya.

“Ketika masyarakat didampingi oleh Posyandu, bagaimana nanti ada sanggahan, mengusulkan penilaian yang harus masuk, ini akan memudahkan masyarakat,” kata Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin.

Pandu Tangguh juga sejalan dengan program Kecamatan Berdaya yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat, termasuk memberikan pendampingan kepada kelompok rentan seperti ibu, lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

Taj Yasin berharap kader Posyandu dapat berkolaborasi dengan operator pendataan di tingkat desa agar proses pendampingan dan pembaruan data kesejahteraan sosial berjalan lebih baik.

“Kami berharap Posyandu nanti juga bisa memberikan pendampingan langsung, berkolaborasi dengan operator pendataan yang ada di desa masing-masing,” pungkasnya.

Melalui Pandu Tangguh, Pemprov Jateng berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan Perlinsos Digital.

Pendampingan tersebut juga diharapkan membantu meningkatkan akurasi data kesejahteraan sosial sehingga penyaluran bantuan dapat semakin tepat sasaran. (*)

Pos terkait