SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang resmi meningkatkan status kesiapsiagaan guna menghadapi puncak musim kemarau ekstrem pada tahun 2026. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, telah menginstruksikan jajaran terkait mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga para camat dan lurah untuk merapatkan barisan mengantisipasi ancaman kekeringan, kebakaran, serta krisis polusi udara.
“Keselamatan warga dan perlindungan lingkungan adalah prioritas utama kita bersama. Saya minta seluruh pihak, dari jajaran dinas hingga tingkat RT/RW, bergerak cepat melakukan mitigasi dan pemantauan secara ketat,” ujar Agustina pada Minggu (26/7).
Selain mengandalkan kesiapan aparat, Pemkot Semarang juga mendorong masyarakat untuk proaktif menghidupkan kembali sistem keamanan keliling (siskamling).
“Saya minta masyarakat lebih waspada dan tidak melakukan tindakan berisiko seperti membakar sampah atau buang puntung rokok sembarangan. Kita juga gerakkan peronda malam untuk mengawasi area rawan titik api di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Sebagai langkah preventif, Damkar Kota Semarang telah menerbitkan surat edaran resmi, menginspeksi sistem proteksi di 1.500 gedung, serta menggencarkan patroli pada jam rawan cuaca panas, yakni pukul 10.00-13.00 WIB.
DLH juga turun ke permukiman untuk melarang aktivitas pembakaran sampah dan ilalang. Khusus di area TPA Jatibarang, kedua dinas ini berkolaborasi melakukan patroli pengecekan titik api, penimbunan sampah, serta pengontrolan gas metana demi mencegah insiden kebakaran massal.
Dari segi kesehatan, Dinkes diminta untuk mengantisipasi melonjaknya penyakit bawaan musim kemarau.
“Ancaman kemarau tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih, tetapi juga berisiko memicu lonjakan penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare. Saya minta Dinkes bergerak cepat memastikan seluruh puskesmas siaga penuh melayani warga,” tegas Agustina.
Untuk mendukung hal tersebut, fasilitas kesehatan primer dan layanan ambulans dipastikan beroperasi 24 jam dengan stok logistik medis yang memadai.
Dinkes juga menggiatkan inspeksi sanitasi pada depot air minum serta program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN 3M Plus) untuk mencegah wabah demam berdarah.
“Kami memastikan pelayanan kesehatan primer hingga layanan ambulans kegawatdaruratan gratis 24 jam siap merespons cepat. Kebutuhan obat-obatan, cairan medis, hingga dukungan kesehatan jiwa bagi warga terdampak bencana kemarau maupun kebakaran harus terjamin dengan baik,” lanjutnya.
Terakhir, Wali Kota Semarang juga mengingatkan warga agar rutin mengecek instalasi listrik dan kompor gas di rumah, serta menyiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Jangan lupa minum yang cukup, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), merebus air sebelum dikonsumsi, kalau bisa pakai masker. Terus kalau merasa sakit atau tidak enak badan langsung periksa ke puskesmas atau ke dokter,” pungkasnya. (*)







