SEMARANGUPDATE.COM – Warga yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir Kota Semarang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob sepanjang Oktober 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan banjir pesisir dapat kembali terjadi pada sejumlah periode bulan ini.
Peringatan tersebut tertuang dalam surat BMKG Nomor B/ME.01.02/273/KTJM/X/2026 yang memuat informasi potensi banjir pesisir selama Oktober 2026.
Dalam informasi tersebut, pesisir Kota Semarang termasuk wilayah yang berpotensi mengalami banjir rob pada 4-8 Oktober 2026.
Potensi serupa diprakirakan kembali terjadi pada 18-22 Oktober 2026.
BMKG mengaitkan potensi peningkatan pasang air laut dengan fenomena fase Bulan Baru pada 10 Oktober 2026.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut sehingga dapat memicu banjir pesisir di sejumlah kawasan.
Warga Pesisir Semarang Perlu Waspada
Potensi rob perlu menjadi perhatian terutama bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir Kota Semarang.
Kenaikan muka air laut dapat berdampak terhadap aktivitas harian apabila air pasang menggenangi kawasan permukiman maupun area kegiatan ekonomi.
Selain permukiman pesisir, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas di kawasan pelabuhan dan kegiatan bongkar muat.
Sejumlah kegiatan ekonomi lainnya seperti perikanan darat dan tambak garam juga berpotensi terdampak apabila terjadi banjir pesisir.
Karena itu, masyarakat diminta memperhatikan kondisi pasang maksimum air laut dan menyesuaikan aktivitas dengan situasi di lapangan.
Potensi Rob Kembali Terjadi Pertengahan Oktober
Peringatan BMKG menunjukkan potensi rob di pesisir Semarang tidak hanya berlangsung pada awal Oktober.
Setelah periode 4-8 Oktober, masyarakat kembali perlu meningkatkan kewaspadaan pada 18-22 Oktober 2026.
Kondisi tersebut perlu diperhatikan mengingat fenomena pasang air laut dapat memengaruhi kawasan pesisir dengan intensitas yang berbeda-beda.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca maritim dan peringatan banjir pesisir melalui kanal resmi BMKG.
Dengan memantau informasi tersebut, masyarakat pesisir Semarang dapat menyesuaikan aktivitas dan melakukan langkah antisipasi sesuai kondisi di wilayah masing-masing. (*)







