SEMARANGUPDATE.COM – Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, terus dilakukan.
Hingga Minggu (4/10/2026), area yang masih mengeluarkan asap dan memiliki titik api permukaan diperkirakan tersisa sekitar 2–2,5 hektare.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan masih terdapat sekitar 6–10 titik api permukaan.
Namun, tidak ditemukan titik api baru di luar zona yang sebelumnya teridentifikasi.
“Kami terus mengerahkan segenap sumber daya yang ada agar kepulan asap dan titik api di TPA Jatibarang dapat ditanggulangi secara tuntas,” kata Agustina, dikutip dari keterangannya, Senin (5/10/2026).
Dalam proses penanganan, petugas juga menemukan tumpukan kasur berbahan kapas yang menjadi salah satu pemicu munculnya kobaran api.
Untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus pendinginan, sebanyak 50 personel Dinas Pemadam Kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Mereka didukung lima unit mobil pemadam, lima armada tangki air, dan tiga pompa portabel.
Penanganan kebakaran juga melibatkan BPBD dan DPU. BPBD menyiapkan light tower untuk mendukung penerangan saat petugas bekerja pada malam hari, sedangkan ekskavator dari DPU digunakan untuk membantu pengerukan di area lereng serta penataan zona pembuangan sampah.
Pemerintah Kota Semarang juga memastikan ketersediaan air untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.
Mulai Senin (5/10/2026) ini, penyaluran air melalui armada tangki dijadwalkan berlangsung selama 24 jam.
Sebanyak 12 armada tangki akan disiagakan dalam empat shift, dengan masing-masing shift diperkuat tiga armada.
Operasional tersebut melibatkan TPA, PP, DPU, Disperkim, PDAM, dan BNPB.
“Pasokan air dari pembendungan Sungai Cebong sangat mencukupi, dan penyaluran air melalui armada tangki disiagakan nonstop melingkupi empat shift kerja,” ujar Agustina.
Selain menjaga pasokan air, penataan zona pembuangan sampah dan penanganan teknis di lapangan terus dilakukan secara intensif.
Pemenuhan kebutuhan logistik bagi petugas juga berlangsung secara berkelanjutan dengan dukungan BAZNAS dan berbagai mitra kerja terkait.
“Seluruh unsur, mulai dari petugas Damkar, BPBD, DPU, hingga dukungan logistik dari BAZNAS dan mitra, bergerak bersama di lapangan demi keamanan masyarakat Semarang,” pungkas Agustina. (*)







