Dukung Tanggul Laut Teluk Semarang, Wali Kota Agustina Harap Rob Pesisir Segera Teratasi

Dukung Tanggul Laut Teluk Semarang, Wali Kota Agustina Harap Rob Pesisir Segera Teratasi
Dukung Tanggul Laut Teluk Semarang, Wali Kota Agustina Harap Rob Pesisir Segera Teratasi

SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang mendukung rencana pembangunan Tanggul Laut atau Giant Sea Wall Teluk Semarang Tahap 1 sebagai salah satu upaya jangka panjang menghadapi persoalan kawasan pesisir.

Dukungan tersebut disampaikan dalam Konsultasi Publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) yang berlangsung di Aula Balai Kota Semarang, Jumat (2/10). Kegiatan ini membahas rencana pembangunan tanggul yang diharapkan dapat membantu mengatasi rob, abrasi, sekaligus dampak penurunan muka tanah.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng diwakili Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin dalam kegiatan tersebut. Forum konsultasi publik turut dihadiri Tenaga Ahli Utama Pusat, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, tim penyusun AMDAL dari Institut Pertanian Bogor (IPB), serta para camat, lurah dan tokoh masyarakat dari wilayah pesisir Kota Semarang.

Agustina menilai persoalan pesisir Semarang membutuhkan penanganan yang mempertimbangkan kondisi masyarakat yang selama ini terdampak. Salah satu persoalan utama adalah penurunan muka tanah yang disebut mencapai sekitar 10 sentimeter per tahun.

Selain itu, kawasan pesisir bagian barat seperti Kecamatan Tugu juga menghadapi ancaman abrasi. Kondisi tersebut menyebabkan wilayah daratan semakin terdesak dan masyarakat harus terus melakukan penyesuaian terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

“Bertahun-tahun kita berjibaku tentang bagaimana kita tetap mempertahankan kota ini dengan penurunan 10 cm per tahun, dengan segala cara dan upaya. Warga masyarakat kita, terutama kawan-kawan yang ada di pesisir, sudah hidup dengan bagaimana kemudian beradaptasi dengan lingkungan,” ujar Agustina.

Menurut Agustina, dampak rob juga terlihat dari upaya warga mempertahankan rumah dan lingkungan mereka agar tetap dapat dihuni. Tidak sedikit masyarakat yang harus meninggikan bangunan rumah secara berulang untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pesisir.

Dalam konsultasi tersebut, Agustina meminta seluruh pihak yang mengetahui kondisi lapangan untuk menyampaikan informasi secara terbuka. Masukan dari camat, lurah, tokoh masyarakat hingga pemangku kepentingan lainnya dinilai penting sebagai bahan penyusunan kajian AMDAL.

“Saya minta kepada kawan-kawan sekalian, camat, lurah, dan semua stakeholder yang hadir di konsultasi publik ini, sampaikan saja. Sehingga data-data yang dihimpun oleh tim ini betul-betul dapat menghasilkan sebuah analisis yang komprehensif,” tegas Agustina.

Ia berharap pembangunan tanggul laut yang menjadi bagian dari program pemerintah pusat tersebut dapat terlaksana dengan baik dan memberikan solusi bagi masyarakat yang selama puluhan tahun menghadapi persoalan rob serta berbagai permasalahan lingkungan pesisir.

“Mudah-mudahan proyek ini dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan dan memang sudah dinantikan oleh warga Kota Semarang sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu,” pungkas Agustina. (*)

Pos terkait