Inovasi Ekosistem Hijau PLN Indonesia Power Perkuat Ketahanan Pesisir Semarang

Inovasi Ekosistem Hijau PLN Indonesia Power Perkuat Ketahanan Pesisir Semarang
Inovasi Ekosistem Hijau PLN Indonesia Power Perkuat Ketahanan Pesisir Semarang

SEMARANGUPDATE.COM – Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan kawasan pesisir terus dilakukan di wilayah Semarang. PT PLN Indonesia Power UBP Semarang melalui agenda Green Movement 2026 menanam 1.000 bibit mangrove di RW 15 Tambak Mulyo, Kelurahan Tanjung Emas, Kamis (17/9/2026).

Penanaman tersebut dilakukan bersama insan media dan masyarakat setempat di kawasan sheet pile. Kegiatan ini menambah jumlah mangrove yang telah ditanam PLN Indonesia Power di kawasan tersebut hingga mencapai 15.000 pohon sejak 2022.

Bacaan Lainnya

Manajer Administrasi PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, Eva Wirabuana, mengatakan program lingkungan yang dijalankan perusahaan tidak sebatas pada pemulihan kawasan secara fisik. Kegiatan tersebut juga disertai upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah pesisir.

Pemberdayaan dilakukan melalui Program Intan Bahari dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Cantik Bahari dan kelompok swadaya masyarakat. Program tersebut mencakup pengembangan urban farming, peternakan, serta berbagai inovasi UMKM yang memanfaatkan potensi lokal.

“Selain fokus memproduksi listrik, kami sangat peduli terhadap lingkungan sekitar. Melalui kerja sama dan media gathering ini, kami ingin menyebarluaskan inisiatif kecil dari RW 15 agar menjadi inspirasi yang berdampak lebih luas,” ujar Eva.

Ketua RW 15 Tambak Mulyo, Slamet Riyanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN Indonesia Power yang terus berlanjut. Menurutnya, keberadaan tanaman mangrove di sepanjang sheet pile menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan pesisir dari ancaman rob.

Penanaman dilakukan pada area seluas sekitar 2 hektare. Vegetasi mangrove tersebut dinilai dapat membantu memperkuat kawasan di sekitar dinding penahan rob sehingga infrastruktur tersebut dapat bertahan lebih lama.

“Sinergi ini mengubah wajah RW 15 dari kawasan kumuh menjadi wilayah yang hijau, mandiri, dan berdaya saing. Dukungan berupa fasilitas green house, mesin pengasapan ikan ramah lingkungan berbasis listrik dan energi terbarukan, hingga pembentukan bank sampah telah meningkatkan taraf ekonomi warga,” ungkap Slamet.

Berbagai program pemberdayaan dan pengelolaan lingkungan yang dijalankan secara konsisten turut membawa prestasi bagi RW 15 Tanjung Emas. Kawasan tersebut meraih Penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Kategori Utama Nasional pada 2023.

Selain itu, Bank Sampah di wilayah tersebut juga berhasil memperoleh penghargaan sebagai Bank Sampah Terbaik Kota Semarang pada 2024.

Ke depan, penataan lingkungan yang melibatkan masyarakat di tingkat RT diarahkan untuk mendukung pengembangan Tambak Mulyo sebagai Desa Wisata Bahari. Kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat edukasi melalui Mangrove Learning Center. (*)

Pos terkait