Mahasiswa Unwahas Semarang Bawa Warak Ngendog dan Inovasi Limbah Aluminium ke KMI Expo 2026

Unwahas lolos KMI Expo 2026 dengan inovasi Recycle Aluminium Casting sekaligus membawa budaya Semarang melalui Warak Ngendog dalam tema Wirata. (Dok Unwahas)

SEMARANGUPDATE.COM – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang membawa identitas budaya Semarang sekaligus inovasi mahasiswa dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2026.

Melalui tema “Wirata: Berkarya Inovatif, Berakar Lokal, Berdampak Global”, Unwahas memadukan kreativitas mahasiswa, kewirausahaan, budaya lokal, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Bacaan Lainnya

Salah satu inovasi yang diusung adalah Recycle Aluminium Casting.

Karya mahasiswa Fakultas Teknik Unwahas tersebut mengolah limbah aluminium, seperti kaleng bekas dan material sejenis, melalui proses casting untuk menghasilkan bentuk dan produk baru yang memiliki nilai guna serta potensi ekonomi.

Tidak hanya membawa inovasi produk, Unwahas juga menampilkan identitas budaya Semarangan melalui figur Warak Ngendog yang menjadi bagian dari konsep karnaval.

Perpaduan tersebut menjadi representasi semangat Unwahas untuk menjadikan potensi lokal sebagai sumber inspirasi karya yang dapat diperkenalkan ke tingkat lebih luas.

Wakil Rektor III Unwahas, Dr. Ratih Pratiwi, mengatakan keikutsertaan dalam KMI Expo menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa Unwahas tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk berinovasi, menciptakan produk, dan membangun jiwa kewirausahaan. KMI Expo menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menguji ide, mengembangkan kreativitas, sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Ratih, dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Menurut Ratih, penggabungan inovasi dengan identitas lokal menunjukkan bahwa kewirausahaan mahasiswa tidak harus terlepas dari akar budaya daerah.

Melalui tema Wirata, mahasiswa diajak melihat potensi di lingkungan sekitar sebagai sumber gagasan.

Semangat tersebut kemudian diterapkan dalam Recycle Aluminium Casting yang memanfaatkan limbah sebagai bahan untuk menghasilkan produk baru.

“Apa yang dilakukan mahasiswa melalui Recycle Aluminium Casting menunjukkan bahwa persoalan di sekitar kita dapat menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan sebuah inovasi. Limbah aluminium yang sebelumnya dipandang sebagai barang sisa dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” katanya.

Ia menambahkan, Unwahas akan terus mendukung gagasan kreatif mahasiswa melalui pembinaan, pendampingan, dan fasilitas pengembangan kewirausahaan.

“Kami berharap keikutsertaan ini tidak berhenti pada kompetisi. Yang lebih penting adalah bagaimana karya mahasiswa dapat terus dikembangkan, memiliki keberlanjutan, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Teknik Unwahas, Dr. Imam Syafaat, menilai keberhasilan tim Unwahas lolos KMI Expo 2026 menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa.

Fakultas berharap pengalaman tersebut dapat memacu lebih banyak mahasiswa untuk mengembangkan gagasan kreatif menjadi produk nyata.

Kampus, lanjutnya, juga terus mendorong budaya akademik yang menghasilkan lulusan dengan kompetensi keilmuan sekaligus kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan menciptakan peluang.

Menurut Imam, persaingan dalam KMI Expo 2026 menjadi pengalaman berharga karena tim Unwahas harus berhadapan dengan peserta dari 219 PTN dan PTS se-Indonesia.

“Meski hasil KMI belum maksimal, tapi ini pengalaman yang sangat berharga untuk evaluasi, setelah melawan 219 PTN dan PTS se-Indonesia. Kami akan siapkan strategi yang lebih baik tahun depan agar kami dapat juara,” pungkasnya.

Keikutsertaan Unwahas di KMI Expo 2026 menunjukkan bahwa kewirausahaan mahasiswa dapat dikembangkan dengan memadukan berbagai aspek.

Inovasi pengolahan limbah aluminium berjalan berdampingan dengan upaya memperkenalkan budaya Semarang melalui Warak Ngendog.

Bagi Unwahas, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk mengembangkan ide sejak tahap konseptual hingga menjadi produk yang dapat dipresentasikan dan dikembangkan lebih lanjut. (*)

Pos terkait