Unwahas Semarang Gandeng PNM, Genjot Kemandirian Ekonomi UMKM Lewat MBA MAYA

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar secara kolaboratif bersama PT Permodalan Nasional Madani Cabang Semarang.

SEMARANGUPDATE.COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar secara kolaboratif bersama PT Permodalan Nasional Madani Cabang Semarang.

Program bertajuk MBA MAYA (Membina dan Memberdayakan) ini menyasar pelaku UMKM binaan dengan fokus pada peningkatan kapasitas usaha, literasi keuangan, dan penguatan kemandirian ekonomi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di tiga wilayah, yakni Kecamatan Banyumanik, Kecamatan Argomulyo, dan Kecamatan Patebon pada Jumat, 17 April 2026 lalu. Pelaksanaan di tiga lokasi ini menunjukkan upaya perluasan dampak program secara terstruktur dan merata.

Di Banyumanik, kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para pelaku UMKM. Narasumber utama, Dr. Hasan, menyampaikan materi terkait penguatan manajemen usaha, literasi keuangan syariah, serta pentingnya inovasi dalam menghadapi dinamika pasar. Ia menekankan bahwa pelaku UMKM perlu adaptif, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran dan efisiensi operasional.

Ketua LPPM Unwahas, Dr. Agus Riyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa program MBA MAYA merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, di Argomulyo Salatiga, kegiatan menghadirkan M. Fatchurrohman sebagai narasumber. Ia memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan usaha, strategi pengembangan usaha mikro, serta pentingnya membangun kepercayaan dalam ekosistem bisnis. Materi yang disampaikan bersifat aplikatif dan disesuaikan dengan kondisi riil pelaku UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Indah Hartati menyoroti pentingnya keberlanjutan program pemberdayaan serta peran edukasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tingkat lokal maupun nasional.

Di lokasi ketiga, yakni Patebon Kendal, narasumber Mochamad Purnomo menekankan strategi pemasaran efektif, penguatan branding produk, serta optimalisasi jejaring usaha sebagai kunci peningkatan daya saing UMKM. Selain itu, peserta juga dibekali pentingnya pencatatan keuangan yang akuntabel sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.

Kepala Bidang Publikasi Jurnal dan Kekayaan Intelektual LPPM Unwahas, Linda Indiyarti Putri, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat.

Program MBA MAYA dirancang sebagai strategi pemberdayaan komprehensif yang mengintegrasikan pembinaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha. Melalui kolaborasi antara Unwahas dan PNM, diharapkan pelaku UMKM tidak hanya mampu meningkatkan kinerja usahanya, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan global.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang dimanfaatkan peserta untuk mengangkat berbagai persoalan riil, mulai dari kendala permodalan, pemasaran digital, hingga pengelolaan keuangan usaha. Interaksi ini menjadi ruang pembelajaran dua arah yang memperkaya wawasan sekaligus memberikan gambaran nyata bagi akademisi terkait kebutuhan UMKM di lapangan.

Ke depan, program MBA MAYA diharapkan dapat terus dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas serta melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan. Sinergi antara dunia akademik dan industri ini dinilai menjadi model ideal dalam mendorong transformasi UMKM agar lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing sebagai tulang punggung perekonomian nasional. (*)

Pos terkait