SEMARANGUPDATE.COM – Tiga atlet putri Muaythai Kota Semarang tampil gemilang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Karen Jenis Insoraki Yarangga, Cindy Calista Anikayanti, dan Keysha Putri Medhi Tiatira berhasil menyumbangkan medali emas dari arena pertandingan di GOR Hatti Beriman, Kota Salatiga, Minggu (25/10/2026).
Ketiganya menunjukkan performa terbaik di tengah persaingan ketat antaratlet dari berbagai daerah. Raihan tersebut menjadi buah dari latihan, pengalaman bertanding, serta kesiapan mental yang mereka bangun dalam waktu panjang.
Menariknya, ketiga atlet memiliki cerita berbeda dalam perjalanan menuju podium tertinggi.
Karen Balas Perak dengan Emas
Karen Jenis Insoraki Yarangga berhasil merebut emas kelas 45 kilogram putri. Prestasi tersebut sekaligus menjadi peningkatan dibandingkan Porprov sebelumnya, ketika ia harus puas dengan medali perak di kelas 48 kilogram putri.
Atlet berusia 19 tahun yang kini menempuh semester tiga Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu memilih turun kelas menjadi 45 kilogram dan berhasil mencapai podium tertinggi.
Karen mengaku bersyukur atas pencapaiannya, terlebih ia harus menghadapi tekanan mental saat pertandingan final melawan atlet tuan rumah Salatiga.
“Puji Tuhan, ini bukan karena kekuatan saya, tetapi semua berkat penyertaan Tuhan Yesus sehingga saya bisa sampai akhir ronde tadi,” ujar Karen.
Menurutnya, tantangan terbesar seorang atlet tidak selalu berasal dari lawan. Kemampuan mengendalikan rasa takut dan tekanan justru menjadi bagian penting untuk memenangkan pertandingan.
“Sebenarnya, mau dibilang mudah atau tidak itu tergantung diri sendiri, terutama mental. Musuh sebenarnya adalah diri sendiri, jadi bagaimana kita menaklukkan rasa takut,” katanya.
Karen mengaku menjalani persiapan sekitar satu tahun setelah Porprov sebelumnya. Pengalaman meraih perak menjadi motivasi baginya untuk terus berlatih dan mengejar podium pertama.
“Setelah Porprov sebelumnya, tidak mungkin saya santai-santai. Pastinya tetap latihan supaya bukan cuma sekadar lolos, tetapi juga bisa mendapatkan podium satu,” ungkapnya.
Karen sendiri telah menekuni Muaythai selama sekitar 14 tahun. Sebelum Porprov, ia juga meraih juara pertama kelas 45 kilogram putri dalam Indonesia Championship Muay Thai di Bekasi.
Cindy Pertahankan Emas Kedua
Emas berikutnya dipersembahkan Cindy Calista Anikayanti dari kelas fight 57 kilogram putri. Atlet 23 tahun asal Serondol Kulon, Banyumanik, tersebut berhasil mempertahankan gelar juara yang diraihnya pada Porprov sebelumnya.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa mempertahankan emas kedua saya di Porprov tahun ini,” ujar Cindy.
Cindy mengaku keberhasilan mempertahankan gelar bukan perkara mudah. Ia harus tetap fokus hingga pertandingan berakhir dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengumpulkan poin.
“Strategi saya mengambil poin-poin dari lawan,” jelasnya.
Cindy menjalani persiapan sekitar satu tahun untuk menghadapi Porprov Jateng 2026. Ia sebelumnya menekuni taekwondo sebelum beralih ke Muaythai ketika duduk di kelas dua SMA.
Pengalaman bertanding Cindy juga cukup panjang. Ia pernah mengikuti kejuaraan nasional untuk persiapan SEA Games Kamboja dan meraih medali perak.
Setelah mempertahankan emas di Porprov 2026, Cindy membuka peluang kembali bertanding pada Porprov berikutnya.
“Insyaallah, rencananya ada. Kalau memungkinkan, saya ingin tetap bertanding di kelas yang sama,” tuturnya.
Keysha Lengkapi Tiga Emas
Sementara itu, medali emas ketiga Kota Semarang diraih Keysha Putri Medhi Tiatira. Atlet berusia 20 tahun tersebut tampil di kelas di bawah 63,5 kilogram.
Keysha mengaku sangat bersyukur karena kembali mendapat kesempatan mempersembahkan prestasi bagi Kota Semarang.
“Puji Tuhan, pertama-tama saya mengucap syukur kepada Tuhan Yesus karena masih diberi kesempatan untuk mendapatkan medali emas. Rasanya jujur senang, bahagia, dan pokoknya bersyukur,” ujarnya.
Keysha memiliki pengalaman sekitar delapan tahun menekuni Muaythai sejak duduk di kelas satu SMP pada 2018.
Meski persiapan khusus menuju Porprov kali ini hanya sekitar tiga bulan, pengalaman bertandingnya menjadi modal penting di arena.
Ia juga mengalami perubahan kelas dalam perjalanan kompetisinya. Pada 2023, Keysha bertanding di kelas di bawah 60 kilogram. Kini, ia tampil di kelas di bawah 63,5 kilogram.
Jadi Modal Pembinaan Muaythai Semarang
Tiga emas yang diraih Karen, Cindy, dan Keysha menjadi kontribusi penting bagi kontingen Muaythai Kota Semarang di Porprov Jateng 2026.
Ketiganya memperlihatkan tiga cerita berbeda tentang perjalanan seorang atlet.
Karen bangkit dari medali perak menjadi emas, Cindy mampu mempertahankan gelar juara, sedangkan Keysha membuktikan pengalaman panjang dapat menjadi modal menghadapi persaingan meski persiapan khusus relatif singkat.
Prestasi tersebut juga menunjukkan pentingnya kombinasi antara latihan, pengalaman bertanding, kedisiplinan, dan kesiapan mental dalam menghadapi kompetisi.
Dengan usia yang masih relatif muda dan pengalaman yang terus bertambah, ketiga srikandi Muaythai tersebut diharapkan mampu melanjutkan prestasi dan menjadi bagian dari regenerasi atlet berprestasi Kota Semarang pada ajang-ajang berikutnya. (*)







