SEMARANGUPDATE.COM — Universitas Semarang (USM) bersama Universitas Pancasakti (UPS) Tegal berkolaborasi menggelar “International Student Mobility, Summer Camp & Conferences 2026” pada 23-27 Juli 2026 di Tegal dan Semarang.
Ajang bertema “Global Collaboration for Sustainable Future” ini menjadi langkah konkret USM dalam memperluas kerja sama internasional.
Pembukaan acara dihadiri oleh Rektor USM Dr. Supari, S.T., M.T., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr. April Firmandaru, S.Kom., M.Kom., serta Kepala International Office USM Faisal Yusuf, B.A., M.M., M.B.A.
Sebagai bagian dari agenda, USM menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Maejo University, Thailand. Kerja sama ini dirancang untuk membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas, meliputi pendidikan, penelitian, hingga pertukaran mahasiswa dan dosen.
Rektor USM, Dr. Supari, S.T., M.T., menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah strategi penting untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi.
“Melalui kerja sama internasional seperti ini, USM tidak hanya membangun jejaring global, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan MoU dengan Maejo University menjadi langkah penting untuk menghadirkan lebih banyak program internasional yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan kedua institusi. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dalam mendukung terciptanya pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing global,” ujar Dr. Supari.
Dalam ajang ini, USM mengirimkan dua mahasiswa sebagai delegasi, yaitu Ham Bernike Karyn Randynata (Fakultas Ilmu Komunikasi) dan Saila Maulida Azzahra (Fakultas Ekonomi).
Keduanya mengikuti berbagai agenda seperti konferensi internasional, pertukaran budaya, dan pengabdian masyarakat lintas negara.
Terkait hal tersebut, Wakil Rektor III USM, Dr. April Firmandaru, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa ini penting untuk pengembangan kompetensi lulusan.
“Pengalaman internasional memberikan nilai tambah yang sangat besar bagi mahasiswa. Selain memperluas wawasan akademik, mereka juga belajar berkomunikasi lintas budaya, membangun jejaring global, serta meningkatkan kemampuan adaptasi dan kepemimpinan. Kompetensi tersebut sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif,” tuturnya.
Ajang internasional ini turut mengintegrasikan enam kegiatan utama yang diikuti oleh 17 mahasiswa internasional dari enam perguruan tinggi luar negeri, 68 peserta nasional, 17 perguruan tinggi mitra di Indonesia, serta 135 peserta konferensi ilmiah.
Kepala International Office USM, Faisal Yusuf, B.A., M.M., M.B.A., menilai kegiatan ini sebagai wadah strategis implementasi internasionalisasi kampus.
“Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, dan mitra internasional dalam berbagai aktivitas akademik dan nonakademik. Tidak hanya memperluas jejaring, tetapi juga melahirkan peluang kerja sama baru yang berkelanjutan. Kami optimistis kemitraan yang dibangun melalui program ini akan menghasilkan berbagai kolaborasi internasional yang berdampak bagi pengembangan institusi,” jelas Faisal Yusuf.
Partisipasi aktif dalam kegiatan ini mempertegas posisi USM sebagai perguruan tinggi adaptif dan berwawasan global yang berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. (*)







