PDIP Pedurungan Mulai Panaskan Mesin Politik, 800 Pengurus Jadi Modal Pemilu 2029

PDIP Pedurungan Mulai Panaskan Mesin Politik, 800 Pengurus Jadi Modal Pemilu 2029
PDIP Pedurungan Mulai Panaskan Mesin Politik, 800 Pengurus Jadi Modal Pemilu 2029

SEMARANGUPDATE.COM – PDI Perjuangan Kota Semarang mulai memperkuat struktur organisasi sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi dilakukan hingga tingkat ranting dan anak ranting yang berada di lingkungan RW.

Penguatan struktur tersebut ditandai dengan pelantikan sekitar 800 pengurus ranting dan anak ranting se-Kecamatan Pedurungan di GOR Manunggal Jati, Minggu malam (9/8/2026).

Bacaan Lainnya

Pelantikan itu sekaligus menjadi penutup rangkaian Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musran) PDI Perjuangan yang digelar di seluruh wilayah Kota Semarang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Endro Dwi Cahyono, mengatakan struktur organisasi hingga tingkat bawah menjadi salah satu modal partai dalam menghadapi Pemilu 2029.

Menurutnya, kekuatan organisasi tidak cukup hanya dibangun secara administratif. Pengurus di setiap tingkatan juga harus mampu mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Besok harus segera turun ke bawah. Semuanya harus turun ke bawah, dekat dengan rakyat, jangan membelakangi rakyat,” kata Endro.

Ia mendorong para pengurus ranting dan anak ranting untuk aktif menyerap aspirasi warga. Keluhan yang diterima, lanjutnya, harus ditindaklanjuti melalui kerja nyata dan solusi terhadap persoalan masyarakat.

“Semakin sering kita turun ke bawah dan mendengarkan, tentunya ini juga akan baik terhadap persepsi publik. Mau 2029 atau kapan pun, kita harus selalu turun dan dekat dengan rakyat,” ujarnya.

Konsolidasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi PDIP Kota Semarang untuk memperbaiki perolehan kursi legislatif yang mengalami penurunan pada Pemilu 2024.

Endro menilai target memperoleh kembali lima kursi di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Semarang masih memungkinkan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Pedurungan, Gayamsari, dan Genuk.

“Saya kira target lima kursi adalah yang masuk akal. Semoga bisa lebih,” katanya.

Ia menambahkan, struktur yang menjangkau hingga anak ranting akan memperkuat kemampuan partai dalam menangkap berbagai persoalan masyarakat. Dengan begitu, kader dapat lebih cepat mengetahui kebutuhan warga dan mengambil bagian dalam penyelesaiannya.

“Struktur yang kuat dari ranting hingga anak ranting membuat kami semakin sering turun ke bawah. Kami bisa lebih sensitif terhadap segala permasalahan dan kesulitan yang dihadapi masyarakat, lalu menjadi bagian dari solusi,” ujar Endro yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah.

Pedurungan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam konsolidasi tersebut karena memiliki struktur organisasi yang cukup besar. Ketua PAC PDI Perjuangan Pedurungan, Rahmulyo Adi Wibowo, menyebut kepengurusan kini telah dibentuk hingga tingkat RW.

Di Kecamatan Pedurungan terdapat 181 RW. Setiap anak ranting terdiri atas sekitar lima pengurus, sementara kepengurusan ranting di tingkat kelurahan berjumlah sekitar sembilan orang.

“Kalau kita ingin menang, kita harus punya kaki dan tangan di tingkat bawah. Struktur partai sampai tingkat RW ini menjadi bagian dari penguatan tersebut,” kata Rahmulyo.

Menurut Rahmulyo, pembentukan struktur tersebut juga menjadi persiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029. Dengan struktur yang sudah tersedia, kader diharapkan lebih siap apabila nantinya terdapat proses verifikasi peserta pemilu.

“Ini bagian dari proses pemanasan. Ketika nanti KPU mensyaratkan verifikasi terhadap peserta Pemilu 2029, PDIP Perjuangan sudah siap,” ujarnya.

Rahmulyo mengatakan PDIP juga memiliki target untuk mengembalikan perolehan kursi di Dapil 2 Semarang. Pada Pemilu 2019, partai tersebut berhasil memperoleh lima kursi dari dapil tersebut, sebelum jumlahnya mengalami penurunan pada Pemilu 2024.

“Kami punya target dan keinginan kuat mengembalikan kursi PDIP Perjuangan di Dapil 2 ini menjadi lima kembali,” tegasnya.

Sekitar 800 pengurus yang dilantik di Pedurungan disebut menjadi kekuatan tambahan bagi partai dalam memperluas kerja politik di tingkat masyarakat. Sejumlah pengurus tersebut merupakan kader yang sebelumnya aktif sebagai relawan.

Rahmulyo berharap bergabungnya para relawan ke dalam struktur resmi partai dapat memperkuat rasa memiliki sekaligus membangun ikatan organisasi.

“Harapannya mereka memiliki rasa memiliki, ada ikatan dan bonding yang terbangun. Dengan begitu mereka bisa bergerak tanpa harus selalu menunggu perintah,” katanya.

Menghadapi dinamika politik serta kemunculan partai-partai baru, Rahmulyo menyebut PDIP tetap mempertahankan strategi yang selama ini dijalankan. Kedekatan dengan masyarakat dinilai tetap menjadi faktor utama.

“Strategi kita sederhana. Dari tahun ke tahun, dari setiap pemilu, bantu masyarakat dan jangan pernah memunggungi rakyat. Sudah, selesai,” ujarnya. (*)

Pos terkait