Mohammad Saleh Soroti Politik Digital dalam Bedah Buku di FISIP Undip

FISIP Undip gelar bedah buku politik, Mohammad Saleh soroti pengaruh media sosial dan politik digital.
FISIP Undip gelar bedah buku politik, Mohammad Saleh soroti pengaruh media sosial dan politik digital.

SEMARANGUPDATE.COM — Universitas Diponegoro melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menggelar bedah buku berjudul “Shortcut Teori-Teori Pilihan dalam Ilmu Politik” di Ruang Teater Gedung C FISIP Undip, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini menjadi forum diskusi yang mempertemukan akademisi dan praktisi politik untuk membahas relevansi teori politik dalam dinamika demokrasi modern.

Hadir sebagai salah satu pembicara, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menegaskan bahwa teori politik harus mampu menjawab realitas praktik politik yang terjadi di masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, teori-teori pilihan dalam ilmu politik tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep akademik, tetapi juga harus dapat digunakan untuk membaca perilaku pemilih dan strategi politik di lapangan.

“Teori itu penting, tetapi akan lebih bermakna jika bisa digunakan untuk membaca perilaku pemilih, strategi kampanye, dan dinamika kekuasaan yang nyata di lapangan,” ujar Saleh.

Ia menjelaskan bahwa keputusan politik masyarakat sering kali tidak sepenuhnya didasarkan pada rasionalitas sebagaimana dijelaskan dalam teori klasik. Faktor emosional, kedekatan sosial, hingga framing media disebut memiliki pengaruh besar dalam menentukan pilihan politik publik.

Saleh juga menyoroti perkembangan politik di era digital yang dinilai telah mengubah pola komunikasi politik secara signifikan. Menurutnya, media sosial kini menjadi ruang utama dalam membangun persepsi dan citra politik.

“Hari ini, pertarungan politik bukan hanya soal program, tetapi juga soal persepsi, narasi, dan bagaimana realitas dibingkai di ruang publik,” tambahnya.

Perubahan tersebut, lanjut Saleh, membuat pendekatan teori politik harus terus diperbarui agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan teknologi.

“Dulu kampanye lebih banyak mengandalkan tatap muka. Sekarang, komunikasi politik terjadi setiap saat di media sosial. Ini membuat teori-teori politik harus mampu menjelaskan fenomena baru seperti digital campaigning dan microtargeting,” jelasnya.

Dalam kegiatan itu, penulis buku Muhammad Adnan turut memaparkan pokok-pokok pemikiran dalam karyanya. Sementara akademisi FISIP Undip, Wijayanto, mengulas perkembangan politik digital dan pengaruh media sosial dalam demokrasi modern.

Dekan FISIP Undip, Teguh Yuwono, mengatakan kegiatan bedah buku tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat budaya diskusi ilmiah yang kritis dan aplikatif.

Acara itu diikuti mahasiswa, akademisi, dan pemerhati politik yang aktif berdiskusi mengenai penggunaan teori-teori pilihan sebagai alat analisis dalam memahami perkembangan politik Indonesia saat ini.

Melalui forum tersebut, FISIP Undip berharap terbangun hubungan yang lebih erat antara dunia akademik dan praktik politik, sehingga teori politik dapat diterapkan secara nyata dalam membaca dinamika demokrasi yang terus berkembang.

Pos terkait