DPRD Jateng Dukung PSEL sebagai Solusi Pengolahan Sampah dan Energi Alternatif

Mohammad Saleh Dorong Pembangunan PSEL di Tiga Kawasan Prioritas Jateng
Mohammad Saleh Dorong Pembangunan PSEL di Tiga Kawasan Prioritas Jateng

SEMARANGUPDATE.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menciptakan sumber energi ramah lingkungan.

Menurut Saleh, peningkatan volume sampah yang terus terjadi harus diimbangi dengan inovasi pengelolaan yang modern dan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi dinilai mampu memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan solusi yang sangat baik untuk menjawab persoalan sampah sekaligus mendukung energi ramah lingkungan,” ujar Saleh di Semarang.

Ia menjelaskan, persoalan sampah kini menjadi tantangan serius di berbagai wilayah. Berdasarkan data yang ada, jumlah sampah di Jawa Tengah mencapai sekitar 6,3 juta ton setiap tahun. Karena itu, diperlukan penanganan menyeluruh agar persoalan lingkungan tidak semakin kompleks.

Pemerintah pun berencana mengembangkan fasilitas PSEL di tiga kawasan prioritas berbasis aglomerasi yang selama ini menghadapi persoalan sampah cukup besar.

Kawasan Semarang Raya menjadi salah satu fokus utama, meliputi Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Demak. Lokasi pembangunan fasilitas PSEL direncanakan berada di Kota Semarang.

Selain itu, kawasan Pekalongan Raya yang terdiri atas Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang juga akan memiliki fasilitas PSEL di Kota Pekalongan.

Sementara untuk kawasan Tegal Raya yang mencakup Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes, pembangunan fasilitas direncanakan berada di Kabupaten Tegal.

Tak hanya mendukung PSEL, Saleh juga mengapresiasi penerapan sistem refuse derived fuel (RDF) yang saat ini telah dijalankan di sedikitnya 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah melalui kerja sama dengan industri semen.

Menurutnya, berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa sampah memiliki potensi ekonomi dan energi jika dikelola secara tepat.

Meski demikian, ia menekankan bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya dilakukan di sektor hilir melalui teknologi pengolahan. Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tangga tetap menjadi faktor utama keberhasilan pengelolaan lingkungan.

Ia juga mendorong penguatan peran bank sampah di tingkat desa dan kelurahan agar mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Kalau pengelolaan sampah dilakukan dengan baik, bukan hanya lingkungan menjadi bersih, tetapi juga bisa membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah tersebut.

Saleh berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas lingkungan dapat terus diperkuat agar persoalan sampah di Jawa Tengah dapat tertangani secara efektif dan berkelanjutan.

“Harapannya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas lingkungan terus diperkuat agar persoalan sampah dapat tertangani secara lebih efektif dan berkelanjutan,” harapnya.

Pos terkait