SEMARANGUPDATE.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang membidik tambahan tiga medali emas dari cabang olahraga (cabor) e-Sport pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Target tersebut menjadi bagian dari ambisi kontingen Kota Semarang untuk mempertahankan predikat Juara Umum Porprov Jateng 2026.
Keseriusan mengejar target emas itu terlihat melalui program “Tilik Atlet” yang dilakukan KONI Kota Semarang dengan menyambangi langsung markas latihan e-Sport, Kamis (17/9/2026) malam.
Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, mengatakan e-Sport menjadi salah satu cabor yang diandalkan untuk menyumbangkan medali emas bagi kontingen Semarang.
Dari lima nomor pertandingan yang tersedia, Semarang akan fokus mengejar emas pada tiga nomor yang diikuti.
“e-Sport salah satu cabor yang kita jagokan untuk mendulang emas. Dari lima nomor yang ada, insyaallah kita menargetkan tiga nomor dan sapu bersih medali emas di nomor tersebut,” ujar Arnaz saat memantau atlet e-Sport di Burjo In, Tembalang, Kota Semarang.
Menurut Arnaz, target tersebut menjadi salah satu kontribusi penting e-Sport dalam upaya Semarang mempertahankan gelar juara umum pada ajang olahraga terbesar di Jawa Tengah.
Namun, persiapan kontingen Semarang sempat menghadapi kendala setelah adanya perubahan nomor pertandingan. Nomor Lokapala diganti menjadi Honor of Kings (HOK) melalui edaran baru yang diterbitkan menjelang pelaksanaan Porprov.
Perubahan tersebut membuat Semarang tidak memiliki kesempatan mengikuti proses kualifikasi pada nomor HOK.
Arnaz mengatakan KONI Kota Semarang sempat melayangkan surat protes terkait perubahan tersebut. Meski demikian, pihaknya kini memilih mengalihkan fokus untuk memaksimalkan peluang pada tiga nomor yang akan diikuti.
“Memang sempat kecewa dan kami layangkan surat protes. Tapi sudahlah, kita lebih baik fokus ke tiga nomor yang pasti kita ikuti dan pertandingkan. Saya tetap yakin cabor e-Sport Semarang mampu sapu bersih emas,” tegasnya.
Perkuat Mental dan Chemistry Atlet
Ketua E-Sport Indonesia (ESI) Kota Semarang, Vianney Ratna Manikamawi, mengatakan persiapan untuk mengejar tiga emas dilakukan secara intensif.
Skuad e-Sport Kota Semarang diperkuat 13 atlet dan tiga pelatih bersertifikasi internasional. Para atlet tersebut memiliki rentang usia 19 hingga 24 tahun.
Vianney menjelaskan program latihan telah disusun secara sistematis dengan perhatian khusus pada aspek mental dan kekompakan tim.
“Latihan rutin sudah kami susun secara sistematis. Pelatih-pelatih kita bersertifikasi internasional untuk menggembleng 13 atlet di tiga nomor pertandingan,” katanya.
Menurutnya, kekuatan mental menjadi salah satu aspek penting yang dipersiapkan mengingat persaingan antarkontingen di Jawa Tengah cukup ketat. Kota Surakarta disebut menjadi salah satu rival yang perlu diantisipasi.
Karena itu, latihan tidak hanya dilakukan bersama tim internal. ESI Kota Semarang juga rutin menggelar pertandingan bersama tim dari luar daerah hingga level nasional.
“Nomor satu yang kita siapkan adalah mental. Kedua, latihan praktis (mabar) tidak hanya dengan tim internal, tapi juga uji coba dengan tim-tim luar daerah hingga level nasional,” ujarnya.
Latihan Sejak Juli, Hadapi Tim Luar Jateng
Pelatih ESI Kota Semarang, Yusup Susiano Angga Kusmarianto, mengatakan pemusatan latihan telah berlangsung sejak Juli 2026.
Selain latihan rutin, para atlet juga menjalani try in dan try out dengan membawa nama kontingen Kota Semarang. Uji coba dilakukan untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun chemistry antarpemain.
Sejumlah lawan dari luar Jawa Tengah telah dijajal, termasuk tim dari Kalimantan dan Jawa Barat.
“Untuk uji coba, kami sudah menjajal kemampuan lawan dari luar Jawa Tengah, seperti tim dari Kalimantan, Jawa Barat, hingga Bandung. Ini penting karena sebagian atlet kita adalah player pro, jadi perlu pembiasaan dan penyelarasan chemistry dengan atlet lokal,” jelas Yusup.
Pola latihan e-Sport Semarang juga dirancang dengan kombinasi pertemuan tatap muka dan latihan daring.
Latihan offline dilakukan satu kali dalam sepekan untuk evaluasi dan pemantauan secara langsung. Sementara latihan online berlangsung enam hari dalam sepekan dengan durasi minimal dua jam setiap hari.
Latihan daring tersebut dimanfaatkan untuk mabar sekaligus menjaga kekompakan dan daya rekat chemistry antarpemain.
Dengan persiapan yang telah berjalan sejak beberapa bulan terakhir, KONI dan ESI Kota Semarang berharap tiga nomor yang diikuti dapat menjadi ladang emas bagi kontingen ibu kota Jawa Tengah tersebut.
Target tiga medali emas dari e-Sport pun dipasang untuk memperbesar peluang Semarang mempertahankan status sebagai Juara Umum Porprov Jateng 2026. (*)







