SEMARANGUPDATE.COM – Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Semarang kembali memasang target tinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Sebanyak 20 atlet terbaik disiapkan untuk mempertahankan catatan prestasi dengan membidik sedikitnya 10 medali emas.
Target tersebut menjadi bagian penting dari ambisi Kota Semarang mempertahankan gelar juara umum Porprov Jawa Tengah. Para atlet Kempo kini menjalani persiapan melalui Program Semarang Emas (PSE) yang difasilitasi KONI Kota Semarang.
Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menilai Kempo memiliki peluang besar kembali menjadi salah satu penyumbang medali bagi kontingen Kota Semarang.
Keyakinan itu disampaikan Arnaz setelah melihat langsung latihan para atlet di Dojo IOCO, Kelurahan Bendungan, Kota Semarang, Selasa (15/9/2026).
“Kami optimistis target minimal 10 medali emas insyaallah bisa kita raih,” kata Arnaz.
Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka karena persiapan Kempo dilakukan secara serius, mulai dari pembinaan atlet hingga pengelolaan organisasi. Ia menilai dukungan para senior dan sensei menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga kualitas pembinaan.
“Organisasi ini dikelola dengan sangat baik oleh para senior dan sensei. Tanpa tata kelola yang profesional, prestasi sulit dicapai,” ujarnya.
Rekam Jejak 10 Emas Jadi Modal
Target 10 emas yang dipasang Kempo Semarang bukan sekadar ambisi. Capaian serupa telah ditorehkan pada Porprov Pati Raya sebelumnya.
Ketua Umum Pengkot Perkemi Kota Semarang, Irwansyah, mengatakan raihan tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk kembali memberikan kontribusi maksimal bagi Kota Semarang.
“Pada Porprov Pati Raya lalu kita berhasil memboyong 10 emas. Untuk Porprov XVII 2026 di Semarang Raya ini, target minimal kita setidaknya sama, yaitu 10 emas,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, 20 atlet yang masuk PSE menjalani program latihan khusus. Persiapan mereka juga telah diuji melalui sejumlah pertandingan di luar daerah.
Laga uji coba di Cirebon dan Kulon Progo menjadi bagian dari proses pematangan sebelum memasuki pertandingan sesungguhnya.
“Kesiapan tim secara keseluruhan sudah mencapai 95 persen. Memasuki awal Oktober nanti, kami tinggal masuk fase relaksasi. Kondisi seluruh atlet saat ini dalam keadaan fit dan siap tempur,” jelas Irwansyah.
Dengan persiapan yang sudah mencapai 95 persen, tim kini tinggal menjaga kondisi agar performa atlet dapat berada pada level terbaik ketika Porprov XVII dimulai.
Kondisi Atlet Jadi Perhatian
Upaya mengejar medali emas tidak dilakukan dengan mengabaikan kondisi atlet. Perkemi Kota Semarang memberikan perhatian terhadap kesehatan dan asupan gizi selama masa persiapan.
Selain mengikuti tes kesehatan secara berkala dari KONI Kota Semarang, para atlet mendapatkan pendampingan ahli gizi independen. Pola makan dan kebutuhan nutrisi disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan atlet selama menjalani latihan.
Pemberian vitamin dan suplemen pendukung juga dilakukan melalui konsultasi dengan apoteker. Dengan demikian, asupan yang diberikan diharapkan tetap aman sekaligus menunjang kebugaran atlet.
Arnaz mengatakan perhatian terhadap atlet juga mencakup apresiasi setelah mereka memberikan prestasi. KONI Kota Semarang telah berkoordinasi dengan Wali Kota Semarang dan Dispora mengenai rencana bonus bagi atlet berprestasi.
“Insyaallah bonus pasti ada dan sudah kita bicarakan dengan Wali Kota. Pihak Dispora juga sudah menanyakan estimasi target untuk dianggarkan di APBD 2027. Komitmen Pemkot Semarang sangat kuat untuk mendukung para atlet,” katanya.
KONI juga berharap prestasi para atlet tidak berhenti pada Porprov. Atlet-atlet potensial yang lahir dari pembinaan Kota Semarang diharapkan mampu naik ke level nasional hingga internasional.
Bagi Kempo Semarang, Porprov XVII bukan hanya tentang mempertahankan raihan 10 emas. Ajang yang berlangsung di Semarang Raya itu juga menjadi panggung untuk membuktikan bahwa pembinaan atlet daerah mampu melahirkan kekuatan olahraga yang berkelanjutan. (*)







