SEMARANGUPDATE.COM – Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang menyambut positif keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya evaluasi untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang, Nunung Sriyanto, menilai keputusan Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru telah melalui berbagai pertimbangan dan proses yang matang.
Nanik akan didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
“Saya menyambut baik dan mendukung keputusan Presiden Prabowo, saya yakin penggantian ini sudah melalui proses yang benar serta berbagai pertimbangan yang matang,” ujar Nunung Sriyanto saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.
Menurut Nunung, pergantian kepemimpinan di tubuh BGN diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
“Pergantian pucuk pimpinan BGN membuat program MBG akan semakin baik, saya optimis, pimpinan BGN yang baru bisa membawa lembaga tersebut semakin solid dan mampu melaksanakan salah satu program presiden tersebut,” kata Nunung Sriyanto.
Ia menilai pelaksanaan program MBG sejauh ini sudah berjalan cukup baik. Namun demikian, pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia makanan perlu terus diperkuat guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, program MBG juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Banyak warga yang terlibat sebagai tenaga kerja di dapur SPPG maupun sebagai pemasok bahan kebutuhan program tersebut.
“Program MBG sudah terbukti menyerap jutaan pekerja di Indonesia, di Kota Semarang ini sudah berjalan dengan bagus, banyak masyarakat yang ikut ambil bagian dengan bekerja di dapur SPPG serta menjadi pemasok kebutuhan SPPG,” katanya.
Nunung optimistis kepemimpinan baru di BGN dapat memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program di lapangan.
“Saya optimis pilihan Pak Presiden dengan menunjuk kepala BGN yang baru merupakan keputusan yang tepat, khususnya dalam upaya memperbaiki program kerja BGN serta meningkatkan kinerja lembaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi berbagai masukan dan kritik yang disampaikan mahasiswa maupun masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, kritik yang konstruktif perlu diiringi dengan solusi agar dapat menjadi bahan perbaikan bagi pemerintah.
Salah satu usulan yang disampaikannya adalah melibatkan mahasiswa sebagai relawan pengawas di sekolah-sekolah untuk membantu memantau kualitas makanan yang diterima siswa.
“Saya yakin dengan pengawasan ini maka program MBG akan semakin baik, pengelola SPPG juga tidak akan main-main dengan menu yang disajikan ke siswa,” katanya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa pergantian pimpinan BGN merupakan bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program selama satu setengah tahun terakhir, terutama yang berkaitan dengan aspek kedisiplinan, tata kelola, dan kualitas makanan.
“Terkait dengan BGN, maka pada hari ini 2 Juni 2026 Bapak Presiden melakukan pergantian pimpinan BGN,” ujar Mensesneg.
Dalam perombakan tersebut, Kepala BGN sebelumnya, Dadan Hindayana, digantikan bersama dua wakil kepala, yakni Lodewyk Usung dan Sonny Sanjaya.
Presiden kemudian menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, dengan Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala yang baru. (*)






