SEMARANGUPDATE.COM – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memperketat penanganan menyusul hasil pengukuran kualitas udara di sejumlah titik sekitar TPA Jatibarang.
Dalam rapat terbatas bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait penanganan TPA Jatibarang, Jumat (2/10/2026), Agustina meminta langkah perlindungan warga disesuaikan dengan kondisi kualitas udara dan arah pergerakan asap.
Langkah tersebut merespons laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang yang menemukan kadar sulfur dioksida (SO₂) melampaui baku mutu di sejumlah titik terdampak, seperti kawasan SMAN 7 Semarang, SPPG, dan Zona 3 TPA Jatibarang.
Guna menekan sebaran polutan di udara, Agustina memerintahkan armada mobil pemadam dan penyemprot yang bersiaga untuk membuat jadwal penyemprotan air ke atas secara berkala.
“Tugaskan mobil yang standby untuk membuat jadwal penyemprotan air ke atas. Pergerakannya harus berbasis pada ukuran tingkat polusi dari Dinkes dan peta arah mata angin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” tegas Agustina.
Selain penanganan teknis udara, Agustina mengimbau masyarakat, yang beraktivitas di luar rumah atau berada di jalur paparan asap untuk meningkatkan perlindungan diri dengan mengenakan masker dan pelindung mata.
Agustina juga meminta warga tidak memantik atau menyalakan api sembarangan mengingat potensi bahaya penyebaran gas metana di area sekitar TPA Jatibarang.
Untuk memastikan imbauan ini hingga ke tingkat bawah, Agustina menginstruksikan para camat dan lurah turun langsung mengedukasi warga di wilayah masing-masing.
“Bapak dan Ibu Camat, mohon bantu sosialisasi untuk pemakaian masker dan pelindung diri di ruang terbuka, terutama bagi warga di wilayah terdampak paparan asap,” ujar Agustina.
Layanan kesehatan melalui Puskesmas di wilayah terdampak serta Posko Kesehatan TPA Jatibarang tetap disiagakan 24 jam untuk melayani warga maupun petugas yang mengeluhkan gangguan pernapasan.
Agustina meminta masyarakat tetap tenang dan memantau perkembangan kondisi kualitas udara melalui saluran informasi resmi. (*)







