Kebakaran TPA Jatibarang, Dinkes Semarang Imbau Anak dan Lansia Pakai Masker N95

Kebakaran TPA Jatibarang, Dinkes Semarang Imbau Anak dan Lansia Pakai Masker N95
Kebakaran TPA Jatibarang, Dinkes Semarang Imbau Anak dan Lansia Pakai Masker N95

SEMARANGUPDATE.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengingatkan masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak asap kebakaran TPA Jatibarang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gangguan kesehatan.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok yang lebih rentan terhadap paparan asap, mulai dari anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil hingga warga yang memiliki penyakit kronis.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinkes Kota Semarang M. Abdul Hakam mengatakan, penanganan kebakaran menjadi prioritas, namun upaya perlindungan terhadap kesehatan warga di sekitar lokasi juga perlu dilakukan untuk mengurangi dampak paparan asap.

“Pesan utama kami sederhana: kurangi paparan asap sebanyak mungkin. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan riwayat asma, penyakit paru, atau penyakit jantung memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap paparan asap,” kata Hakam, Kamis, 1 Oktober 2026.

Untuk mengurangi risiko, masyarakat yang berada di kawasan terdampak diminta membatasi kegiatan di luar rumah untuk sementara. Aktivitas fisik berat di luar ruangan juga sebaiknya dihindari selama kondisi asap masih terasa.

Warga juga diminta memperhatikan kondisi udara di dalam rumah. Jika asap mulai masuk dan mengganggu, pintu serta jendela sebaiknya ditutup agar paparan udara dari luar dapat diminimalkan.

“Apabila kondisi asap cukup terasa, tutup pintu dan jendela agar udara luar tidak banyak masuk. Jika menggunakan pendingin udara (AC), manfaatkan mode resirkulasi,” jelasnya.

Sementara bagi warga yang memiliki keperluan dan harus beraktivitas di luar rumah, Dinkes menganjurkan penggunaan pelindung pernapasan yang sesuai. Masker respirator seperti N95 atau jenis yang setara dinilai lebih mampu menyaring partikel halus dibandingkan masker kain biasa.

“Respirator partikulat seperti N95 yang terpasang dengan baik dapat membantu mengurangi paparan partikel halus. Namun perlu diingat, langkah perlindungan yang utama dan paling efektif tetaplah membatasi waktu serta intensitas berada di area berasap,” ujarnya.

Hakam juga mengingatkan warga untuk segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila muncul keluhan kesehatan setelah terpapar asap. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain mata perih, batuk, mengi, sesak napas berat, nyeri dada hingga pusing berlebihan. (*)

Pos terkait