SEMARANGUPDATE.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang selama musim kemarau. Patroli dan berbagai upaya mitigasi teknis diperkuat bersama satuan tugas (Satgas) gabungan.
Penguatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut Apel Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Kebakaran TPA Jatibarang yang digelar pada 9 Juli lalu dan dipimpin Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto.
Pascaapel, kesiapan personel, fasilitas pemadaman, pemantauan area, hingga penanganan titik api terus ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi kebakaran di kawasan TPA.
Kepala DLH Kota Semarang Glory Nasarani mengatakan, pengawasan personel di TPA Jatibarang terus diperkuat, khususnya untuk mendeteksi kemunculan titik api sedini mungkin.
“Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun. Tim lapangan melakukan patroli rutin setiap 4 hingga 6 jam di seluruh zona rawan, didampingi penyiraman berkala oleh Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang setiap dua hari sekali serta penyediaan sistem on-call dengan response time di bawah 15 menit,” ujar Glory, Jumat (14/8).
Sejumlah langkah teknis juga diterapkan di area yang dinilai rawan. DLH menyiapkan delapan titik pipa injeksi air yang diarahkan ke dalam timbunan sampah untuk mengantisipasi potensi kebakaran bawah permukaan atau subsurface fire.
Selain itu, petugas melakukan flaring gas metana setiap hari, menyemprotkan biodekomposer, serta melakukan penutupan tanah atau soil cover secara bertahap di zona aktif dan pasif. Pengawasan kondisi kawasan juga diperkuat melalui pemanfaatan drone.
Untuk mendukung penanganan awal, DLH menyiapkan cadangan air sekitar 230 meter kubik. Mobil tangki TPA, pompa portabel, selang air, serta alat pemadam api ringan (APAR) juga ditempatkan dalam kondisi siap digunakan.
Glory menyebut langkah deteksi dan penanganan dini tersebut telah teruji. Setelah apel kesiapsiagaan digelar, tercatat empat kejadian titik api di dalam maupun sekitar kawasan TPA yang berhasil ditangani dengan cepat oleh tim gabungan.
Tim yang terlibat dalam penanganan tersebut terdiri atas petugas TPA, Damkar, pemerintah kelurahan, kepolisian, TNI, serta warga sekitar.
“Empat kejadian titik api berhasil ditangani dengan cepat berkat kolaborasi petugas TPA, Damkar, kelurahan, TNI, Polri, hingga warga sekitar. Dukungan logistik air serta armada tangki dan APAR di lokasi juga siap melakukan penanganan awal,” jelasnya.
Tidak hanya mengandalkan mitigasi teknis, DLH juga memperkuat edukasi bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan TPA. Sosialisasi menyasar pengemudi truk sampah, pemulung, pengepul, hingga peternak.
Mereka diberikan brosur mengenai larangan merokok serta imbauan untuk tidak membuat perapian atau diang yang dapat memicu munculnya api di kawasan TPA.
Glory menekankan bahwa keberadaan peralatan dan kesiapan teknis harus diiringi kedisiplinan seluruh pihak yang beraktivitas di Jatibarang.
“Peralatan teknis di lapangan tidak akan maksimal tanpa kedisiplinan bersama. Kami meminta para pengemudi, pemulung, dan peternak betul-betul mematuhi larangan merokok serta tidak membuat perapian di kawasan TPA demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi kesiapan tim gabungan dalam menjalankan mitigasi kebakaran setelah apel kesiapsiagaan. Ia meminta seluruh jajaran tetap waspada selama musim kemarau masih berlangsung.
“Komitmen yang ditetapkan sejak Apel Kesiapsiagaan 9 Juli lalu harus terus dipertahankan. Selama musim kemarau belum usai, kewaspadaan seluruh jajaran tidak boleh kendor agar Kota Semarang tetap aman dan kondusif dari ancaman kebakaran TPA,” tutur Agustina. (*)







