SEMARANGUPDATE.COM — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mendorong Denok Kenang untuk bertransformasi menjadi representasi baru Kota Semarang yang mampu membangun cerita, memperkuat identitas daerah, serta menggerakkan promosi budaya dan pariwisata di era digital.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Grand Final Pemilihan Denok Kenang Kota Semarang 2026 yang digelar bersamaan dengan pengundian program IJOLKE di Balai Kota Semarang, Minggu (24/5) malam.
Mengangkat tema “Menyinari Budaya, Menguatkan Pariwisata”, ajang tahunan ini tidak hanya menjadi wadah pemilihan duta wisata, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kontribusi generasi muda dalam mendukung pembangunan Kota Semarang yang kreatif, berbudaya, dan kompetitif di tengah perkembangan digital.
Dalam sambutannya, Agustina menekankan bahwa peran Denok Kenang saat ini tidak lagi sebatas simbol promosi wisata, melainkan harus mampu menjadi penggerak narasi positif yang memperkuat hubungan emosional masyarakat dengan Kota Semarang.
“Denok Kenang tidak lagi cukup hanya menjadi ikon pariwisata. Denok Kenang harus menjadi narator kota. Di era digital ini, kota dibangun dengan cerita yang dipercaya publik,” tegasnya.
Menurut Agustina, budaya menjadi modal penting yang perlu terus dikembangkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui penguatan sektor ekonomi kreatif, pelestarian kuliner, maupun peningkatan daya tarik destinasi wisata seperti Kawasan Kota Lama.
“Budaya akan menjadi kekuatan ketika dikemas secara kreatif dan dekat dengan masyarakat. Budaya yang menghasilkan ekonomi dan berkaitan dengan pemberdayaan akan hidup dan dilestarikan sendiri oleh masyarakatnya,” ujarnya.
Di hadapan 15 pasangan finalis, Agustina juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Semarang ingin menghadirkan generasi muda yang mampu menjadi mitra strategis dalam menyampaikan pesan pembangunan kepada masyarakat.
“Malam ini kita tidak hanya memilih siapa yang paling rupawan atau paling fasih berbicara. Kita sedang memilih wajah masa depan Kota Semarang,” katanya.
Ia turut mengajak para finalis untuk lebih aktif mengangkat isu lingkungan, memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan, hingga mempromosikan budaya lokal melalui berbagai konten kreatif yang relevan dengan generasi muda.
Selain malam final Denok Kenang, kegiatan juga dirangkaikan dengan pengundian program IJOLKE sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang patuh pajak sekaligus mendukung percepatan digitalisasi transaksi di sektor hotel, restoran, parkir, dan hiburan.
Program tersebut berhasil mencatat lebih dari 31 ribu struk transaksi yang telah terverifikasi selama periode 1 Maret hingga 24 Mei 2026.
Beragam hadiah disiapkan, mulai dari iPhone 17 Pro, Samsung Galaxy Z Flip 7, hingga puluhan unit telepon pintar lainnya.
Pada malam puncak tersebut, Farah Azra Bramantya dinobatkan sebagai Denok Semarang 2026 dan Bima Surya Wandana terpilih sebagai Kenang Semarang 2026.
Keduanya diharapkan mampu menjadi wajah generasi muda Kota Semarang yang kreatif, adaptif, dan berperan aktif dalam memperkuat promosi budaya serta pariwisata hingga tingkat nasional dan internasional. (*)






