SEMARANGUPDATE.COM – Sebanyak 63 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Pemerintah Kota Semarang resmi dilepas untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Pelepasan ini menjadi bagian dari persiapan petugas haji daerah yang akan mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan pentingnya peran ASN sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada jemaah di Tanah Suci.
Ia menilai tugas tersebut tidak hanya berkaitan dengan ibadah pribadi, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab pelayanan publik di tingkat internasional.
Pesan khusus pun disampaikan agar seluruh petugas menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
“Ini amanat yang berat tapi mulia. Jadilah wajah pemerintah yang memberikan pelayanan terbaik, jaga kesehatan jemaah, dan utamakan keselamatan,” ujar Agustina di Balaikota, Rabu (15/4).
Adapun ASN yang diberangkatkan berasal dari berbagai unsur pendukung penyelenggaraan haji, seperti Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), serta Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).
Mereka akan bertugas mendampingi jemaah selama berada di Arab Saudi.
Agustina juga mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada para ASN tersebut sebagai perwakilan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Saya senang bisa melepas mereka. Harapannya tentu seluruh proses ibadah berjalan lancar sampai pulang,” katanya.
Ia menegaskan bahwa para petugas tidak hanya berstatus sebagai jemaah, tetapi juga membawa nama baik pemerintah Indonesia di luar negeri.
Keikutsertaan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Semarang dalam rombongan turut menjadi perhatian.
Kehadirannya diharapkan mampu menjadi contoh bagi jemaah lain, terutama dalam hal kedisiplinan dan kesungguhan beribadah.
“Diharapkan dapat menjadi teladan selama menjalankan ibadah, baik dari sisi sikap maupun komitmen,” imbuh wali kota.
Dari total 63 ASN, sebagian besar berasal dari sektor pendidikan, yakni sebanyak 29 orang yang terdiri dari guru dan kepala sekolah.
Selain itu, tenaga kesehatan dari RSUD dan Dinas Kesehatan juga ikut terlibat untuk mendukung pelayanan medis bagi jemaah.
“Paling banyak dari Dinas Pendidikan, kemudian RSUD dan Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Meski ada ASN yang berangkat haji, layanan publik di Kota Semarang dipastikan tetap berjalan normal.
Hal ini karena jumlah ASN yang mencapai sekitar 14 ribu orang serta adanya pengaturan tugas yang telah dilakukan sebelumnya.
Koordinasi internal pun telah disiapkan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Para ASN yang berangkat diminta untuk fokus menjalankan ibadah tanpa memikirkan tugas di daerah.
“Urusan pelayanan sudah dikoordinasikan dengan baik. Jadi peserta diminta fokus total pada ibadah,” katanya.
Selain itu, para ASN juga diingatkan untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci, mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi yang dapat memengaruhi kesehatan.
“Jaga pola tidur, jangan memaksakan tenaga karena rangkaian ibadah cukup menguras fisik,” pesannya.
Sebagai penutup, Agustina menitipkan doa kepada para jemaah agar Kota Semarang senantiasa diberi keberkahan dan kelancaran dalam pembangunan.
“Dititipkan doa agar Kota Semarang selalu dilimpahi rahmat dan dijauhkan dari hal-hal yang menghambat pembangunan,” pungkasnya. (*)







