Terima Tim Kemensos, Walkot Serius Usulkan KH Sholeh Darat Pahlawan Nasional

Terima Tim Kemensos, Walkot Serius Usulkan KH Sholeh Darat Pahlawan Nasional
Terima Tim Kemensos, Walkot Serius Usulkan KH Sholeh Darat Pahlawan Nasional

SEMARANGUPDATE.COM — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, beserta jajarannya menyambut kedatangan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Balai Kota Semarang, Selasa (14/7/2026).

Pertemuan ini merupakan tahapan verifikasi lapangan guna mematangkan usulan penetapan ulama besar asal Semarang, KH Sholeh Darat, sebagai Pahlawan Nasional.

Bacaan Lainnya

Rombongan TP2GP yang dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial, Abdul Muis, datang bersama sejarawan dan perwakilan ahli waris.

Mereka diterima langsung oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Semarang yang terdiri dari unsur pemerintah, aparat TNI-Polri, hingga kalangan akademisi.

Dalam kesempatan tersebut, Agustina menegaskan bahwa KH Sholeh Darat yang hidup pada rentang 1820–1903 merupakan figur sentral dalam merawat nilai budaya dan moral masyarakat di era kolonial Hindia Belanda.

Lewat karyanya menerjemahkan Al-Qur’an dan berbagai kitab agama ke bahasa lokal, ajaran Islam mampu membumi dan menyebar luas di wilayah Jawa Tengah.

“Pengusulan beliau sebagai pahlawan nasional bukan hanya semata-mata untuk memberikan penghormatan kepada tokoh, tapi lebih dari itu adalah sebuah ikhtiar untuk menghadirkan keteladanan yang memberi arah pada perjalanan perjuangan bangsa ini,” ujar Agustina.

Dampak pemikiran KH Sholeh Darat, lanjut Agustina, terbukti dari lahirnya tokoh-tokoh besar bangsa yang merupakan muridnya, seperti KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, hingga RA Kartini.

Oleh karena itu, Pemkot Semarang berkomitmen penuh mengawal seluruh proses ini, dari kelengkapan dokumen hingga penguatan kajian akademik.

Sementara itu, perwakilan TP2GP, Abdul Muis, menjelaskan bahwa berkas usulan KH Sholeh Darat secara prinsip telah memenuhi syarat dalam sidang TP2GP, meski masih membutuhkan beberapa penyempurnaan.

Ia meminta tim penyusun untuk memperkuat sumber data primer dan narasi terkait peran sang kiai dalam membangun kesadaran nasional pada masanya.

Agenda verifikasi lapangan oleh Kemensos dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 14–16 Juli 2026. Selain berdiskusi dengan TP2GD Kota Semarang, tim pusat juga meninjau sejumlah situs bersejarah yang berkaitan dengan jejak KH Sholeh Darat.

Pasca-kunjungan ini, tim akademik diberi tenggat waktu hingga rentang akhir Juli dan selambatnya 10 Agustus 2026 untuk merampungkan revisi naskah akademik sebelum dibawa ke tahap pembahasan lanjutan di tingkat pusat. (*)

Pos terkait