USM Siapkan Reviewer dan Pakar untuk Seleksi Hackathon DeepTech 2026 Smart City

USM Siapkan Reviewer dan Pakar untuk Seleksi Hackathon DeepTech 2026 Smart City
USM Siapkan Reviewer dan Pakar untuk Seleksi Hackathon DeepTech 2026 Smart City

SEMARANGUPDATE.COM – Universitas Semarang (USM) mematangkan persiapan pelaksanaan Hackathon DeepTech 2026 Smart City dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama reviewer dan pakar. Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM tersebut membahas berbagai aspek penting dalam pelaksanaan program.

FGD digelar untuk menyamakan pemahaman terkait tema dan problem statement, mekanisme seleksi, indikator penilaian, pengembangan prototipe, hingga strategi hilirisasi inovasi.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut melibatkan Dewan Pengarah, Tim Reviewer, serta Tim Pakar dari sejumlah bidang keahlian. Dewan Pengarah terdiri atas Dr. Supari, S.T, M.T, Prof. Haslina, Dr. Abdul Kharim, dan Dr. April Firman Danu.

Sementara itu, Tim Pakar melibatkan Prof. ATM untuk bidang kebijakan nasional, Prof. Kesi Widjajanti di bidang bisnis dan ekonomi, Dr. Safrinal dari DLH Kota Semarang yang menangani bidang lingkungan, Danang dari Dishub Kota Semarang pada bidang mobilitas dan transportasi, serta Yudi sebagai pakar Smart City.

Adapun Tim Reviewer terdiri atas Prof. Haslina, Dr Abdul Kharim, Dr April Firman, Prof. Mudjiastuti, Prof. Hardani, Prof. Rohadi, Prof. Rini, Dr. Erwin, dan Dr. Tatas.

USM merupakan salah satu dari 17 perguruan tinggi di Indonesia yang berhasil lolos dalam Hackathon DeepTech 2026 Smart City. Program tersebut menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi yang dapat menjawab berbagai persoalan nyata di kawasan perkotaan.

Dalam FGD, Dr Rohmini Indah Lestari, ST MM memaparkan tema serta problem statement yang menjadi fokus Hackathon DeepTech 2026 Smart City. Sementara itu, Dr. Tatas Transinata S.Pd,. M.Pd. menjelaskan mekanisme dan tahapan program, mulai dari proses seleksi hingga pelaksanaan Demo Day.

Ketua LPPM USM, Prof. Dr. Ir. Mudjiastuti Handajani, M.T., menekankan bahwa Hackathon perlu menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan USM.

Pengembangan inovasi dalam program tersebut juga diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan pengguna serta mempunyai peluang untuk diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut.

Keterlibatan reviewer dan pakar dari berbagai disiplin diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya mengedepankan aspek teknologi, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki peluang untuk masuk ke tahap hilirisasi.

Setelah tahapan FGD, rangkaian Hackathon akan dilanjutkan dengan mentoring, bootcamp, pengembangan prototipe, validasi pengguna, pitching, hingga Demo Day. Inovasi yang dinilai memiliki potensi selanjutnya akan diarahkan menuju tahap industry matching dan pilot project. (*)

Pos terkait